- REUTERS/Tony O Brien
Anggaran Belanja Terbatas, Jurnalis Italia Ungkap Fakta Pahit bagi AC Milan yang Ingin Rekrut Striker Tajam Liga Inggris
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya AC Milan untuk memperkuat lini serang terus menjadi sorotan menjelang bursa transfer musim panas. Namun, tidak semua target realistis untuk didatangkan ke San Siro.
Salah satu nama yang sempat mencuat adalah Igor Thiago. Striker milik Brentford itu dikabarkan masuk dalam radar klub.
Performa impresif Thiago di Premier League memang membuat banyak tim tertarik. Ia tampil tajam dan konsisten sepanjang musim berjalan.
Dalam 34 pertandingan, penyerang asal Brasil itu mampu mencetak 21 gol. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu striker paling produktif musim ini.
Tak hanya tajam, Thiago juga dikenal memiliki kekuatan fisik dan kemampuan teknik yang mumpuni. Kombinasi ini membuatnya dinilai cocok untuk gaya bermain di Italia.
Usianya yang masih 24 tahun menjadi nilai tambah tersendiri. Ia dianggap masih memiliki ruang besar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.
Namun, harapan Milan untuk merekrutnya tampaknya harus pupus sebelum benar-benar dimulai. Harga tinggi yang dipatok Brentford menjadi penghalang utama.
Klub asal London itu dilaporkan meminta mahar di kisaran 60 hingga 70 juta euro. Angka tersebut jelas bukan sesuatu yang mudah dipenuhi oleh klub-klub Italia.
Jurnalis Matteo Moretto menegaskan situasi ini dalam pernyataannya. Ia menyebut transfer Thiago ke Italia hampir mustahil terjadi.
Dalam perbincangannya bersama Fabrizio Romano, Moretto menjelaskan bahwa angka tersebut berada di luar jangkauan finansial klub Serie A. Kondisi ekonomi liga menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan di bursa transfer.
Nama Milan dan Juventus memang sempat dikaitkan dengan sang pemain. Namun, ketertarikan itu kemungkinan hanya sebatas pemantauan.
Situasi semakin sulit karena kontrak Thiago masih panjang hingga 2031. Brentford tentu tidak berada dalam tekanan untuk menjual pemain andalannya.
Di sisi lain, AC Milan juga harus realistis dengan kondisi keuangan mereka. Anggaran transfer yang terbatas membuat klub harus lebih selektif dalam menentukan target.
Dengan kisaran dana yang disebut-sebut jauh di bawah harga Thiago, langkah untuk merekrutnya terasa tidak masuk akal. Manajemen kemungkinan akan mengalihkan fokus ke opsi yang lebih terjangkau.
Meski begitu, minat terhadap Thiago menunjukkan ambisi AC Milan untuk meningkatkan kualitas lini depan. Mereka tetap mencari sosok striker yang bisa memberikan dampak instan.
Pada akhirnya, bursa transfer bukan hanya soal kebutuhan tim, tetapi juga soal kemampuan finansial. Dalam kasus ini, Thiago menjadi contoh nyata bahwa kualitas tinggi tidak selalu sejalan dengan realitas pasar AC Milan.
(sub)