- REUTERS/Angelika Warmuth
Luis Enrique Kirim Ancaman ke Arsenal Jelang Final Liga Champions, Mikel Arteta Bisa Dibuat Menangis Lagi
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, melontarkan sinyal perang kepada Arsenal jelang partai final Liga Champions musim ini. Enrique menegaskan timnya siap menghadapi tantangan besar melawan pasukan Mikel Arteta dalam duel perebutan trofi paling bergengsi di Eropa tersebut.
PSG memastikan langkah ke final usai menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat dramatis 6-5 di babak semifinal. Pada leg kedua di Jerman, laga berakhir imbang 1-1, hasil yang cukup membawa raksasa Prancis itu melaju ke partai puncak.
Pertandingan berlangsung panas sejak awal laga setelah Ousmane Dembele membuka keunggulan PSG hanya tiga menit setelah kick-off. Bayern sempat membalas lewat gol Harry Kane di penghujung pertandingan, tetapi skor tersebut tidak cukup menyelamatkan wakil Bundesliga itu dari kegagalan.
Keberhasilan ini membuat PSG mencatat sejarah baru sebagai klub Prancis pertama yang mampu mencapai final Liga Champions sebanyak tiga kali. Selain itu, mereka juga menjadi tim pertama sejak Liverpool yang sukses tampil di final Liga Champions secara beruntun dalam dua musim berturut-turut.
Produktivitas PSG musim ini juga menjadi sorotan besar di Eropa. Tim asuhan Luis Enrique tercatat sudah mengoleksi 44 gol di Liga Champions, menjadikan mereka sebagai tim paling tajam sepanjang kompetisi musim ini.
Namun, di final nanti PSG akan menghadapi tantangan berbeda karena Arsenal datang dengan pertahanan yang sangat solid. Klub asal London itu baru kebobolan enam gol dari 14 pertandingan sepanjang perjalanan mereka menuju final.
Laga final kali ini juga memiliki cerita emosional tersendiri bagi Luis Enrique dan Mikel Arteta. Keduanya sama-sama berasal dari Spanyol dan pernah memiliki hubungan dekat sejak masih berada di Barcelona pada akhir 1990-an.
Meski memberikan pujian kepada Arteta, Enrique tetap percaya diri dengan filosofi permainan menyerang yang dimiliki PSG. Ia yakin gaya bermain agresif Les Parisiens bisa menjadi pembeda di laga final nanti.
“Saya menghargai Mikelito Arteta. Kami pernah menjadi rekan satu tim ketika masih kecil, dia melakukan pekerjaan yang hebat di Arsenal. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan berat, tetapi kami percaya pada gaya permainan sepak bola kami,” kata Enrique dikutip dari Sport Mole, Kamis (7/5/2026).
Pelatih asal Spanyol itu juga mengaku puas dengan mentalitas para pemain PSG saat menghadapi tekanan besar dari Bayern Munich. Menurutnya, keberhasilan lolos ke final menjadi bukti bahwa timnya berkembang sangat pesat musim ini.
“Kenangan indah. Kami bisa meninggalkan pertandingan dengan intensitas tinggi. Pertahanan lebih baik daripada serangan. Karakter yang kami tunjukkan melawan tim seperti Bayern sangat positif. Kami sangat senang bisa mencapai final Liga Champions kedua berturut-turut," katanya.
“Pertandingan ini sangat intens. Sangat sulit. Mereka bermain sepak bola di level tertinggi. Kedua tim mirip, kami suka melakukan pressing tinggi. Kami sangat senang," lanjut Enrique.
Enrique bahkan mengaku final Liga Champions menjadi hadiah ulang tahun terbaik baginya tahun ini. Ia berharap PSG bisa kembali memberikan kebahagiaan besar kepada para suporter dengan mempertahankan gelar Eropa mereka.
“Dua hari lagi, saya akan merayakan ulang tahun saya. Saya sangat bahagia. Kami berada di fase selanjutnya dari kompetisi, final Liga Champions. Kami ingin memberikan hadiah seperti itu kepada para pendukung kami," ucapnya.
Musim lalu, PSG juga berhasil menyingkirkan Arsenal di semifinal Liga Champions sebelum akhirnya menjadi juara. Kala itu, mereka menang tipis 1-0 di London sebelum mengunci kemenangan agregat lewat skor 2-1 di Paris.
Sementara itu, Arteta sebelumnya juga sempat melontarkan pujian tinggi kepada Enrique. Pelatih Arsenal tersebut menyebut mantan pelatih Barcelona itu sebagai salah satu sosok terbaik dalam dunia kepelatihan modern.
Di sisi lain, PSG kini tinggal selangkah lagi mengamankan gelar Ligue 1 musim ini. Sedangkan Arsenal masih fokus menjaga peluang meraih trofi Liga Inggris pertama mereka dalam lebih dari 20 tahun terakhir sebelum tampil di final Liga Champions. (fan)