news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Match Fixing Terjadi di Kompetisi Asia.
Sumber :
  • AFC

Skandal Speak Bola Gajah Guncang Asia: AFC Sanksi Pemain dan Ofisial yang Terbukti Atur Skor, Modusnya Terbongkar Gara-Gara Ini

AFC resmi menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama 10 dan 5 tahun kepada ofisial serta pemain asal Mongolia. Keduanya terbukti melakukan pengaturan skor (match-fixing) di ajang Liga Champions Wanita Asia 2025-2026.
Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dunia sepak bola Asia kembali diguncang isu integritas setelah Asian Football Confederation (AFC) resmi menjatuhkan sanksi berat terhadap dua individu asal Mongolia yang terbukti mencoba mengatur hasil pertandingan di ajang Liga Champions Wanita Asia 2025-2026.

Match fixing ini terjadi di pertandingan antara klub Filipina, Stallion Laguna melawan klub asal Mongolia, Khovd Western FC pada 25 Agustus 2025 lalu. Menariknya, AFC justru mengetahui hal ini karena ada laporan soal aktivitas judi yang tak wajar. 

Dalam pernyataan resminya, AFC mengonfirmasi bahwa ofisial pertandingan perempuan, Munkhtsetseg Batkhuu, serta pemain Namuuna Narmandakh dinyatakan bersalah atas upaya manipulasi pertandingan yang berkaitan dengan aktivitas taruhan.

Keduanya dijatuhi hukuman tegas berupa larangan terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola selama masing-masing 10 tahun dan 5 tahun.

“Setelah investigasi menyeluruh, Komite Disiplin dan Etika AFC mengambil tindakan tegas terhadap upaya manipulasi pertandingan dengan menjatuhkan sanksi larangan kepada Munkhtsetseg Batkhuu dan Namuuna Narmandakh,” demikian pernyataan resmi AFC.

Kasus ini berawal dari laga babak kualifikasi antara Stallion Laguna FC melawan Khovd Western FC pada 25 Agustus 2025, yang berakhir dengan kemenangan telak 6-1 untuk wakil Filipina. 

Dari hasil investigasi, keduanya terbukti bersekongkol untuk memengaruhi jalannya pertandingan, melanggar Pasal 66.1 dalam Kode Disiplin dan Etika AFC.

Pengungkapan kasus ini tak lepas dari kerja sama erat AFC dengan International Betting Integrity Association (IBIA). Kolaborasi yang terjalin sejak 2024 tersebut memungkinkan pemantauan pola taruhan mencurigakan secara real-time melalui sistem Monitoring and Alert Platform.

Melalui teknologi tersebut, IBIA dapat mengirimkan data aktivitas taruhan yang tidak wajar kepada AFC, sehingga potensi kecurangan bisa segera diinvestigasi secara mendalam. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan keadilan kompetisi di seluruh Asia.

AFC menegaskan bahwa sanksi ini menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam memerangi praktik pengaturan skor. 

“Sanksi ini menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk manipulasi pertandingan dan komitmen berkelanjutan untuk melindungi integritas sepak bola Asia,” lanjut pernyataan tersebut.

Tak hanya dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola selama bertahun-tahun, AFC turut memberikan hukuman denda pada keduanya. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral