- AC Milan
Tinggalkan San Siro, Calon Penerus Pirlo Jebolan Akademi AC Milan Beri Penjelasan Menohok: Sulit Main di Serie A
Jakarta, tvOnenews.com - Eks pemain muda AC Milan, Mattia Liberali, buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Rossoneri pada musim panas lalu. Wonderkid jebolan akademi Milan itu mengaku kondisi fisik menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih hengkang dari San Siro.
Keputusan Liberali saat itu memang sempat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, gelandang serang muda tersebut digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik yang lahir dari akademi Milan dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak suporter Rossoneri menilai klub terlalu mudah kehilangan pemain potensial. Apalagi, Liberali pergi dengan status bebas transfer setelah kontraknya hanya menyisakan satu musim bersama Milan.
Meski begitu, AC Milan tetap menyisipkan klausul penjualan sebesar 50 persen untuk transfer masa depan sang pemain. Langkah itu menunjukkan Milan masih percaya terhadap potensi besar yang dimiliki pemain muda asal Italia tersebut.
Liberali kemudian memilih melanjutkan karier bersama Catanzaro di Serie B. Keputusan tersebut ternyata bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan melalui pertimbangan panjang mengenai masa depan kariernya.
Dalam wawancara bersama SportWeek, Liberali mengaku membutuhkan lingkungan baru untuk berkembang lebih baik. Ia merasa harus mencari tempat yang memberinya kesempatan bermain secara lebih konsisten.
“Ya, benar. Kesempatan bergabung dengan Catanzaro datang pada musim panas lalu dan saya mengambilnya,” ujar Liberali.
Pemain muda berusia 19 tahun itu menjelaskan bahwa dirinya sempat berdiskusi cukup intens dengan agen serta pihak Catanzaro sebelum mengambil keputusan. Ia tertarik dengan proyek yang ditawarkan klub Serie B tersebut untuk perkembangan kariernya.
“Saya dan agen saya berbicara dengan direktur Polito dan pelatih Aquilani. Mereka memiliki proyek yang sangat bagus,” lanjutnya.
Selain faktor proyek tim, Liberali juga merasa Serie B merupakan tempat yang tepat untuk meningkatkan kualitas permainannya. Ia menilai kompetisi kasta kedua Italia memiliki intensitas tinggi yang cocok untuk proses pembentukan pemain muda.
“Serie B adalah liga yang sangat membentuk pemain muda seperti saya,” kata Liberali.
Di balik keputusan tersebut, Liberali juga secara jujur mengakui bahwa kondisi fisiknya menjadi pertimbangan penting. Ia merasa masih membutuhkan proses untuk berkembang sebelum benar-benar siap bersaing di level tertinggi bersama tim utama Milan.
Situasi itu membuatnya memilih mencari menit bermain reguler dibanding hanya bertahan tanpa kepastian di San Siro. Bagi Liberali, kesempatan tampil setiap pekan jauh lebih penting untuk perkembangan kariernya saat ini.
Keputusan tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil positif. Bersama Catanzaro musim ini, Liberali mampu tampil cukup konsisten dan menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian di Serie B.
Sejauh ini, ia telah mencatatkan tiga gol dan empat assist sepanjang musim berjalan. Namun, kontribusinya di lapangan disebut jauh lebih besar dibanding sekadar statistik semata.
Liberali dinilai menjadi sumber kreativitas utama dalam permainan Catanzaro. Kemampuannya membaca ruang, mengatur serangan, hingga melepas umpan-umpan berbahaya membuatnya mulai mendapat sorotan di Italia.
Banyak pihak kini menilai langkah meninggalkan AC Milan bukan keputusan yang keliru. Bermain secara reguler di kompetisi kompetitif dianggap jauh lebih efektif untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda.
Di sisi lain, AC Milan sebenarnya masih menyimpan harapan terhadap perkembangan Liberali di masa depan. Klausul penjualan yang dimiliki Rossoneri membuka peluang klub tetap mendapatkan keuntungan besar jika sang pemain berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.
(sub)