- REUTERS/Hannah Mckay
Igli Tare Jadi Korban, Jurnalis Italia Bongkar Kisruh Transfer AC Milan yang Bikin Rossoneri Gagal Datangkan Jean-Philippe Mateta
Jakarta, tvOnenews.com - Situasi internal AC Milan kembali menjadi sorotan menjelang berakhirnya musim 2025/2026. Kali ini, perhatian publik tertuju pada kisruh di balik aktivitas transfer Rossoneri pada bursa musim dingin lalu.
Jurnalis senior Italia, Gianluca Di Marzio, mengungkap adanya kebingungan dalam proses perekrutan pemain AC Milan. Ia menyebut terdapat perbedaan arah keputusan antara manajemen klub, direktur olahraga, hingga staf pelatih.
Pada awal bursa transfer Januari, Milan sebenarnya bergerak cukup cepat dengan mendatangkan Niclas Fullkrug dari West Ham United. Penyerang asal Jerman itu direkrut dengan status pinjaman disertai opsi pembelian permanen.
Saat itu, Fullkrug dianggap sebagai solusi jangka pendek untuk memperkuat lini serang Rossoneri. Namun, performanya sejauh ini belum mampu memenuhi ekspektasi besar publik San Siro.
Fullkrug baru mencatatkan satu gol sejak bergabung dengan AC Milan. Kontribusi minim tersebut membuat keputusan transfernya mulai dipertanyakan sebagian tifosi Rossoneri.
Di tengah situasi itu, Milan ternyata hampir mendapatkan striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Negosiasi antara kedua pihak bahkan disebut sudah memasuki tahap akhir sebelum transfer mendadak batal.
Menurut laporan dari Italia, Mateta gagal lolos tes medis karena kondisi lututnya dianggap belum cukup meyakinkan. Situasi tersebut membuat Milan akhirnya memilih menghentikan proses perekrutan sang pemain.
- Instagram/@iammateta
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, Di Marzio kemudian membongkar cerita di balik proses transfer tersebut. Ia menyebut ada hal janggal yang memicu ketegangan di internal manajemen AC Milan.
Awalnya, direktur olahraga Igli Tare disebut mendapat informasi bahwa klub tidak memiliki dana tambahan untuk belanja pemain. Karena itulah Milan memilih opsi lebih aman dengan merekrut Fullkrug menggunakan skema pinjaman.
Namun, situasi berubah secara tiba-tiba menjelang penutupan bursa transfer musim dingin. Di Marzio mengungkap bahwa mendadak tersedia dana sebesar 35 juta euro untuk mengejar transfer Mateta.
Kemunculan dana tersebut membuat banyak pihak di internal klub terkejut. Pasalnya, keputusan itu disebut tidak sepenuhnya melibatkan direktur olahraga maupun staf pelatih.
Menurut Di Marzio, kondisi tersebut menjadi awal munculnya gesekan di dalam tubuh Rossoneri. Ada dugaan beberapa keputusan penting diambil langsung oleh petinggi klub tanpa koordinasi yang jelas.
Situasi itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai hubungan antarpetinggi AC Milan. Publik Italia mulai mempertanyakan seberapa solid struktur manajemen Rossoneri saat ini.
Di sisi lain, Di Marzio tetap menilai Igli Tare telah menjalankan tugasnya dengan cukup baik musim ini. Ia menyebut Tare berhasil menjaga peluang Milan lolos ke Liga Champions sekaligus menyelesaikan beberapa penjualan pemain penting.
- AC Milan
Meski begitu, sejumlah kebijakan transfer tetap menuai kritik dari para pendukung Milan. Nama seperti Christopher Nkunku hingga Ardon Jashari menjadi bagian dari keputusan yang masih diperdebatkan hingga sekarang.
Namun, Di Marzio meminta tifosi tidak terlalu cepat menghakimi pemain baru Milan. Ia mencontohkan bagaimana Charles De Ketelaere sempat diragukan sebelum akhirnya mampu berkembang di klub lain.
Persoalan internal ini muncul di saat AC Milan sedang berada dalam tekanan besar. Rossoneri masih harus berjuang mengamankan posisi empat besar demi mendapatkan tiket Liga Champions musim depan.
Target tersebut menjadi sangat penting bagi masa depan proyek klub. Kegagalan lolos ke Liga Champions diperkirakan bisa memicu evaluasi besar-besaran di tubuh manajemen Rossoneri.
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan manajemen Milan dengan tifosi memang mulai memanas. Banyak pendukung merasa arah kebijakan klub belum menunjukkan kestabilan yang jelas.
Kini, AC Milan tidak hanya dituntut tampil maksimal di atas lapangan. Rossoneri juga harus segera membereskan persoalan internal agar proyek mereka untuk musim depan tidak kembali terganggu.
(sub)