- REUTERS/Daniele Mascolo
Baru Seumur Jagung, Igli Tare Bersiap Jadi Kambing Hitam Kekacauan AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com - Igli Tare datang ke AC Milan dengan membawa ekspektasi besar dari manajemen maupun tifosi. Namun, belum genap semusim bekerja di San Siro, posisinya kini justru mulai digoyang berbagai rumor pergantian petinggi klub.
AC Milan sebelumnya merasa ada bagian penting yang hilang dalam struktur organisasi mereka. Karena itu, Rossoneri memutuskan mencari direktur olahraga baru yang dianggap mampu membangun fondasi proyek jangka panjang secara lebih terarah.
Nama Tare kemudian muncul sebagai pilihan utama setelah proses pencarian yang berlangsung cukup panjang. Pengalamannya selama bertahun-tahun bersama Lazio membuat manajemen Milan yakin pria asal Albania itu bisa menjadi solusi untuk membenahi arah klub.
Meski begitu, proses kedatangannya ternyata tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Penentuan direktur olahraga Milan bahkan sempat berubah menjadi drama internal yang terus menjadi sorotan media Italia selama beberapa pekan.
Tare diketahui sempat menggelar pertemuan dengan Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic di London. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak disebut mulai menemukan kecocokan untuk bekerja sama.
Namun, situasi berubah ketika CEO Milan, Giorgio Furlani, mengambil alih proses negosiasi. Ia kemudian membuka komunikasi dengan Fabio Paratici dan hampir mencapai kesepakatan dengan mantan petinggi Juventus tersebut.
Kesepakatan dengan Paratici akhirnya batal terwujud pada detik-detik akhir. Milan pun kembali membuka komunikasi dengan Tare setelah sebelumnya sempat membiarkan negosiasi berjalan tanpa kepastian.
- instagram.com/acmilan/
Situasi itu diyakini sempat membuat Tare merasa tidak sepenuhnya dipercaya sejak awal. Meski demikian, ia tetap menerima tawaran Milan karena melihat peluang besar membangun proyek baru bersama salah satu klub terbesar di Italia.
Rekam jejak Tare selama bekerja di Lazio memang cukup meyakinkan. Ia dikenal piawai menemukan pemain dengan harga terjangkau sebelum berkembang menjadi bintang besar di Serie A.
Beberapa nama seperti Sergej Milinkovic-Savic, Ciro Immobile, hingga Luis Alberto menjadi bukti keberhasilannya membangun Lazio. Ketiganya didatangkan dengan biaya relatif murah sebelum akhirnya memiliki nilai pasar yang melonjak drastis.
Saat Tare mulai bekerja di Lazio, klub tersebut masih kesulitan bersaing di papan atas Serie A. Namun perlahan, Lazio berkembang menjadi tim yang rutin tampil di kompetisi Eropa dan mampu meraih sejumlah trofi domestik.
Pengalaman itulah yang membuat Milan percaya terhadap visi yang dimiliki Tare. Rossoneri berharap ia mampu membangun skuad yang lebih stabil sekaligus kompetitif untuk jangka panjang.
Keputusan besar pertama Tare setelah tiba di Milan adalah menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih anyar. Langkah tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Milan ingin kembali mengandalkan figur yang memahami atmosfer dan tekanan sepak bola Italia.
Setelah penunjukan Allegri, Milan langsung bergerak aktif di bursa transfer. Namun, beberapa keputusan transfer kemudian memunculkan tanda tanya karena klub mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Christopher Nkunku dan Ardon Jashari.
- AC Milan
Kedua pemain tersebut menelan biaya lebih dari 70 juta euro. Sayangnya, performa keduanya belum sepenuhnya mampu menjawab ekspektasi besar yang telanjur dibangun sejak awal kedatangan mereka.
Nkunku kesulitan menemukan konsistensi permainan sepanjang musim. Sementara itu, Jashari juga belum mampu tampil maksimal setelah sempat mengalami cedera yang cukup serius.
Beberapa rekrutan lain seperti Samuele Ricci, Zachary Athekame, dan Koni De Winter juga masih tampil naik turun. Di sisi lain, Luka Modric dan Adrien Rabiot justru dianggap menjadi transfer paling berhasil dalam proyek Milan musim ini.
Meski demikian, sejumlah laporan dari Italia menyebut Tare sebenarnya tidak memiliki kuasa penuh dalam menentukan arah transfer klub. Jurnalis Gianluca Di Marzio bahkan mengungkap bahwa beberapa keputusan penting tetap berada di tangan manajemen utama Milan.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak Tare disebut cukup terbatas sejak awal bekerja. Situasi itu dinilai membuat proyek pembangunan tim sulit berjalan sesuai visi yang sebenarnya ingin diterapkan.
Jurnalis Michael Cuomo juga menyebut Tare punya kontribusi besar dalam mendatangkan Allegri dan Luka Modric. Selain itu, ia juga disebut berperan penting dalam meyakinkan Mike Maignan untuk tetap bertahan di San Siro.
Namun, beberapa target utama yang diinginkan Tare justru gagal direalisasikan karena alasan finansial. Milan disebut menolak peluang mendatangkan Dusan Vlahovic dan Rasmus Hojlund sebelum akhirnya memilih Nkunku sebagai alternatif lain.
- REUTERS/Alessandro Garofalo
Kini, rumor mengenai masa depan Tare semakin ramai dibicarakan di Italia. Matteo Moretto menyebut Milan sedang mempertimbangkan perubahan besar di posisi direktur olahraga maupun pelatih untuk musim depan.
Situasi semakin rumit setelah muncul kabar bahwa Milan mulai mencari kandidat pengganti Tare. Nama direktur Atalanta, Tony D’Amico, disebut sudah mulai melakukan komunikasi dengan Giorgio Furlani.
Fabio Paratici pun kembali dikaitkan dengan Rossoneri meski sebelumnya sempat gagal bergabung. Hal tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Milan sedang menyiapkan perubahan baru di level manajemen.
Di tengah berbagai rumor tersebut, muncul pula laporan soal konflik internal saat bursa transfer Januari lalu. Tare disebut sempat diberi tahu bahwa klub tidak memiliki dana tambahan sebelum Milan tiba-tiba siap menggelontorkan 35 juta euro untuk mendekati Jean-Philippe Mateta.
Kondisi itu membuat posisi Tare semakin sulit di mata publik. Banyak pihak mulai menilai dirinya sebagai sosok yang paling mudah dijadikan kambing hitam di tengah ketidakjelasan arah proyek Milan saat ini.
Padahal, proyek pembangunan skuad Rossoneri sebenarnya belum berjalan sepenuhnya. Setelah fokus menyeimbangkan keuangan dan merombak struktur tim, Tare bahkan belum benar-benar mendapat kesempatan membentuk Milan sesuai visinya sendiri.
(sub)