- REUTERS/Daniele Mascolo
Masa Depan Allegri di AC Milan Terancam usai Gagal Lolos Liga Champions
Sorotan tidak hanya mengarah kepada Allegri seorang diri. Para pendukung juga mulai mempertanyakan keputusan manajemen klub, termasuk proyek yang dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Banyak tifosi menilai Milan kehilangan identitas permainan sepanjang musim ini. Rossoneri dianggap terlalu sering tampil pasif dan gagal menunjukkan mentalitas sebagai tim besar saat menghadapi laga-laga penting.
Allegri sendiri sebelumnya sempat membela para pemain usai pertandingan melawan Cagliari. Ia mengaku kecewa dan marah atas kegagalan tersebut, tetapi menolak menjadikan skuad Milan sebagai kambing hitam.
“Sayangnya kami tidak bisa mengubah hasil pertandingan. Ketika kalah lima kali di kandang sendiri, berarti kami memang pantas berada di posisi ini,” ujar Allegri, dikutip dari DAZN.
Pelatih berusia 58 tahun itu juga mengakui Milan terlalu cepat merasa aman setelah unggul lebih dulu. Menurutnya, kegagalan menjaga fokus menjadi salah satu penyebab utama Rossoneri kehilangan kendali pertandingan.
“Pertandingan sebenarnya dimulai dengan baik, tetapi kami terlalu cepat merasa aman dan mengira hasil sudah berada di tangan kami,” kata Allegri.
Kini, manajemen Milan diyakini akan segera melakukan evaluasi besar menjelang bursa transfer musim panas. Selain masa depan Allegri, komposisi skuad Rossoneri juga diperkirakan mengalami perubahan signifikan demi mengembalikan klub ke persaingan papan atas Eropa.
Bagi para tifosi, kegagalan ini terasa sangat menyakitkan karena Milan sempat berada di jalur yang tepat menuju Liga Champions. Namun pada akhirnya, musim yang penuh harapan justru ditutup dengan kekecewaan besar di hadapan pendukung sendiri.
(sub)