- REUTERS/Daniele Mascolo
Tinggalkan Cara Kuno, AC Milan Coba Terapkan Strategi Moneyball untuk Datangkan Pemain di Bursa Transfer
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan masih terus bergerak untuk membangun ulang struktur klub setelah musim 2025/2026 yang berakhir kacau. Rossoneri kini mulai menggunakan pendekatan modern berbasis data untuk mencari sosok direktur olahraga baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari revolusi besar yang sedang dilakukan manajemen AC Milan. Setelah gagal lolos ke Liga Champions, klub merasa perlu melakukan perubahan menyeluruh agar mampu kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Menurut laporan Corriere dello Sport, AC Milan kini memanfaatkan platform analitik bernama Retexo dalam proses pencarian direktur olahraga baru. Platform tersebut dikenal sebagai perusahaan konsultasi sepak bola yang banyak menggunakan data statistik dan analisis performa untuk membantu klub mengambil keputusan penting.
Pendekatan ini dinilai cukup berbeda dibandingkan metode tradisional yang selama ini lazim digunakan klub-klub Italia. Milan tampaknya ingin menggabungkan visi sepak bola modern dengan pendekatan bisnis yang lebih terukur dalam membangun proyek jangka panjang.
Retexo sendiri bukan nama asing di dunia sepak bola Eropa. Platform milik Charles Gould itu sebelumnya juga pernah digunakan keluarga Friedkin saat membangun proyek baru AS Roma beberapa tahun lalu.
Melalui bantuan Retexo, Milan disebut mendapat rekomendasi untuk mempertimbangkan Tiago Pinto sebagai kandidat direktur olahraga baru. Sosok asal Portugal tersebut saat ini bekerja di Bournemouth setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai petinggi AS Roma.
Nama Tiago Pinto cukup menarik perhatian karena pengalamannya di level elite Eropa. Selama bekerja di Roma, ia dikenal sebagai salah satu figur penting dalam proses pembangunan skuad bersama Jose Mourinho.
- REUTERS/Dylan Martinez
Setelah meninggalkan Italia, Pinto kemudian melanjutkan kariernya di Bournemouth. Di klub Premier League tersebut, ia ikut terlibat dalam proyek yang membawa Bournemouth tampil mengejutkan dan berhasil lolos ke kompetisi Eropa bersama Andoni Iraola.
Faktor kedekatan dengan Iraola disebut menjadi salah satu alasan mengapa nama Pinto mulai dipertimbangkan Milan. Rossoneri memang sedang menjadikan pelatih asal Spanyol tersebut sebagai target utama untuk mengisi kursi pelatih musim depan.
Namun, Milan tidak hanya fokus mencari pelatih baru. Rossoneri juga sedang menyusun ulang hampir seluruh struktur manajemen klub setelah serangkaian hasil buruk yang membuat proyek sebelumnya dianggap gagal total.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah figur penting dipastikan meninggalkan klub. Massimiliano Allegri, Igli Tare, hingga Geoffrey Moncada menjadi bagian dari perubahan besar yang kini sedang dilakukan Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic.
Situasi tersebut membuat Milan harus bergerak cepat menentukan arah baru klub. Manajemen ingin memastikan proyek berikutnya dibangun dengan fondasi yang lebih jelas dan tidak lagi berjalan tanpa identitas yang kuat.
Penggunaan platform seperti Retexo memperlihatkan bahwa Milan mulai membuka diri terhadap pendekatan modern dalam sepak bola. Analisis data kini dianggap memiliki peran penting dalam menentukan strategi transfer, pengembangan pemain, hingga pembentukan struktur tim.
Retexo sendiri mengklaim mampu membantu klub meningkatkan efisiensi finansial sekaligus memperkuat kualitas skuad. Mereka menggunakan kombinasi riset, statistik, dan model analitik khusus untuk membantu klub mengambil keputusan secara lebih akurat.
Charles Gould sebagai pendiri Retexo juga memiliki pengalaman luas di sepak bola internasional. Ia pernah bekerja sama dengan sejumlah klub besar seperti Real Madrid, Olympique Marseille, Athletic Bilbao, hingga Anderlecht.
Tak hanya itu, Gould juga diketahui pernah terlibat dalam proyek sepak bola bersama federasi Meksiko dan kompetisi Australia. Pengalaman tersebut membuat Milan percaya bahwa pendekatan berbasis data bisa membantu Rossoneri membangun era baru yang lebih kompetitif.
Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen AC Milan. Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic kini menjadi dua sosok utama yang menentukan arah masa depan Rossoneri setelah kegagalan musim lalu.
(sub)