news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Reaksi Massimiliano Allegri usai AC Milan Gagal Lolos Liga Champions.
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Sebelum Dipecat AC Milan, Allegri Ternyata Pernah Hampir Direkrut Inter Usai Raih Scudetto Liga Italia

Giuseppe Marotta bongkar cerita menarik di balik pencarian pelatih Inter Milan. Presiden Nerazzurri itu akui sempat lakukan pendekatan ke Massimiliano Allegri.
Kamis, 28 Mei 2026 - 22:21 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Giuseppe Marotta membongkar cerita menarik di balik pencarian pelatih Inter Milan pada musim panas 2021. Presiden Nerazzurri itu mengaku sempat melakukan pendekatan kepada Massimiliano Allegri sebelum akhirnya memilih Simone Inzaghi sebagai pelatih baru klub.

Pengakuan tersebut disampaikan Marotta dalam wawancaranya bersama DAZN. Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik Italia karena mengungkap fakta yang selama ini jarang diketahui para pendukung Inter.

Saat itu, Inter Milan memang sedang berada dalam situasi sulit setelah Antonio Conte memutuskan hengkang. Kepergian Conte terjadi tidak lama setelah Nerazzurri sukses meraih gelar Serie A dan mengakhiri dominasi Juventus di Liga Italia.

Inter kemudian bergerak cepat mencari sosok pengganti yang dianggap mampu menjaga stabilitas tim. Nama Simone Inzaghi akhirnya dipilih, tetapi ternyata Allegri sempat menjadi salah satu kandidat serius untuk mengisi kursi pelatih Nerazzurri.

Marotta mengaku dirinya bahkan sudah bertemu langsung dengan Allegri sebelum keputusan final diambil. Namun pada akhirnya, Inter merasa Simone Inzaghi merupakan pilihan paling tepat untuk melanjutkan proyek klub saat itu.

Meski demikian, Marotta tidak menjelaskan secara rinci alasan mengapa Allegri gagal bergabung ke Giuseppe Meazza. Ia hanya menegaskan bahwa proses pencarian pelatih dilakukan dengan penuh pertimbangan demi menjaga masa depan tim.

Dalam wawancara tersebut, Marotta juga berbicara soal perjalanan Inter di Liga Champions. Meski beberapa kali berhasil mencapai final, Nerazzurri masih belum mampu mengangkat trofi dalam empat kesempatan terakhir.

Walau begitu, pria berusia 69 tahun itu tetap bangga dengan perkembangan Inter dalam beberapa musim terakhir. Menurutnya, Liga Champions tetap menjadi mimpi besar yang terus ingin dikejar oleh klub biru-hitam asal Kota Milan tersebut.

Marotta menilai kesuksesan tidak boleh membuat sebuah klub berhenti berkembang. Karena itu, Inter disebut selalu langsung kembali menyusun rencana baru setiap kali musim berakhir.

Selain membahas Inter, Marotta juga mengenang masa-masa ketika dirinya masih bekerja di Juventus. Ia menilai Juventus dan Inter merupakan dua klub besar dengan karakter serta dinamika yang berbeda.

Menurut Marotta, Juventus memiliki kestabilan karena berada di bawah kepemilikan yang sama selama lebih dari satu abad. Sementara itu, Inter beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan dalam dua dekade terakhir.

Meski pernah meraih banyak kesuksesan bersama Juventus, Marotta mengaku sangat bangga dengan perjalanannya di Inter saat ini. Ia bahkan menyebut menjadi presiden Nerazzurri sebagai pengalaman luar biasa dalam kariernya di sepak bola Italia.

Marotta juga membantah rumor lama yang menyebut dirinya meninggalkan Juventus karena tidak setuju dengan transfer Cristiano Ronaldo. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan tersebut terjadi secara profesional dan tidak pernah memicu konflik besar di internal klub.

Menurutnya, transfer Ronaldo memang terasa terlalu besar untuk kondisi Juventus pada saat itu. Namun sebagai seorang direktur, ia tetap menghormati keputusan yang diambil oleh presiden klub.

(sub)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:20
02:44
01:15
01:30
01:23
00:58

Viral