Keren! Siswa SD di Boyolali Dapat Penghargaan dari NASA, karena Apa?
Boyolali, tvOnenews.com - Prestasi membanggakan ditorehkan Ibrahim Alabrar (12), siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Di usianya yang masih belia, Ibrahim berhasil memperoleh surat penghargaan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu domain publik milik lembaga tersebut.
Atas pencapaiannya itu, Ibrahim juga mendapat apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Penghargaan tersebut diserahkan dalam pertemuan bersama Direktur Operasional Keamanan Siber BSSN di Rumah Dinas Bupati Boyolali.
Ibrahim mengaku mulai mempelajari keamanan siber secara otodidak sejak awal 2026. Ia memanfaatkan berbagai sumber belajar, mulai dari artikel di internet, dokumentasi teknis, hingga kecerdasan buatan (AI) untuk memahami konsep dan teknik di bidang cyber security.
Ketertarikannya terhadap keamanan siber bermula saat belajar pemrograman (coding) untuk membuat gim atas arahan ayahnya.
Dari sana, ia kemudian membaca kisah pelajar Indonesia yang mendapat apresiasi dari NASA setelah melaporkan celah keamanan, sehingga terdorong untuk mempelajari teknik pencarian kerentanan (bug hunting) lebih mendalam.
Sebelum memperoleh penghargaan, Ibrahim mengaku telah empat kali menemukan kerentanan pada domain publik NASA.
Tiga laporan sebelumnya belum membuahkan hasil karena berbagai alasan, seperti laporan serupa telah ditemukan pihak lain atau belum memenuhi kriteria. Namun, laporan keempat akhirnya mendapat tanggapan resmi berupa surat ucapan terima kasih dari NASA atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem.
Salah satu kerentanan yang berhasil ditemukan berkaitan dengan akun media sosial yang tidak lagi aktif dan berpotensi diambil alih oleh pihak lain.
Setelah melakukan verifikasi, Ibrahim melaporkan temuannya melalui mekanisme responsible disclosure, yaitu prosedur pelaporan kerentanan kepada pemilik sistem agar dapat segera diperbaiki sebelum disalahgunakan.
Ayah Ibrahim mengatakan putranya belajar secara mandiri, sementara dirinya hanya memberikan pendampingan pada dasar-dasar jaringan komputer dan server.
Menurutnya, sebagian besar materi keamanan siber dipelajari Ibrahim sendiri melalui berbagai referensi daring dan praktik secara langsung.
Selain memperoleh apresiasi dari NASA, Ibrahim juga pernah menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung setelah melaporkan kerentanan pada salah satu sistem elektronik milik pemerintah daerah.
Prestasi tersebut semakin menguatkan cita-citanya untuk menjadi seorang profesional di bidang keamanan siber pada masa depan.
Keberhasilan Ibrahim menunjukkan bahwa kemampuan di bidang keamanan siber dapat dikembangkan sejak usia dini melalui proses belajar yang konsisten, rasa ingin tahu yang tinggi, serta pemanfaatan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.