news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cristhian Mosquera menekel Khvicha Kvaratskhelia saat Arsenal menghadapi PSG.
Sumber :
  • REUTERS/Phil Noble

Alasan Cristhian Mosquera Tak Dapat Kartu Merah saat Arsenal Dikalahkan PSG di Final Liga Champions Terungkap

Dua mantan wasit Liga Inggris menjelaskan alasan Cristhian Mosquera tak perlu dikartu merah. Itu terjadi saat Arsenal dikalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Minggu, 31 Mei 2026 - 08:17 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenenws.com - Dua mantan wasit Liga Inggris menjelaskan alasan Cristhian Mosquera tak perlu dikartu merah. Itu terjadi saat Arsenal dikalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.

The Gunners menderita kekalahan pada laga puncak Liga Champions, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Padahal, mereka sempat unggul sejak menit keenam melalui Kai Havertz.

Sayangnya, pelanggaran Cristhian Mosquera berujung kepada gol penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. Skor 1-1 kemudian bertahan hingga 90 menit dan bahkan setelah 120 menit.

Duel ditentukan oleh adu penalti, yang mana dimenangkan oleh PSG. Kegagalan Gabriel Magalhaes menjadi eksekutor terakhir Arsenal memastikan trofi Si Kuping Besar kembali mengunjungi Paris untuk dua musim beruntun.

Dalam pertandingan itu, sempat ada beberapa momen kontroversial. Mosquera, misalnya, sudah mengantongi kartu merah saat menekel Khvicha Kvaratskhelia.

Namun, dia terbebas dari kartu kuning kedua dan kemudian ditarik keluar oleh pelatih Mikel Arteta. Jurrien Timber masuk untuk menggantikannya pada menit ke-66, tepat setelah gol Dembele tercipta.

Perdebatan mencuat, namun menurut dua mantan wasit Liga Inggris, keputusan wasit Daniel Siebert sudah tepat. Menurut Graham Scott, Mosquera melakukan pelanggaran yang ceroboh, bukannya ugal-ugalan.

“Itu tentunya adalah penalti untuk PSG dan mereka punya alasan kuat untuk meminta kartu kuning kedua untuk Mosquera,” kata Scott kepada The Athletic.

“Namun, itu lebih kepada tekel yang kikuk dan ceroboh ketimbang tekel yang ugal-ugalan, dan itu masih ada serangan menjanjikan dalam bentuk penalti,” katanya.

Menurut peraturan modern, jika seorang defender melakukan pelanggaran yang ceroboh di kotak penalti, maka tim yang dirugikan bisa dihadiahi penalti. Hukuman penalti dianggap sudah cukup untuk menghukum tim pelanggar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan wasit Liga Inggris lainnya, Mark Clattenburg. Dia juga menilai bahwa keputusan Siebert sudah benar.

“Tendangan penalti kepada PSG untuk tekel yang dibuat Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia adalah keputusan yang tepat oleh wasit Daniel Siebert,” kata Clattenburg kepada Arsenal Insider.

“Kontak apa pun terhadap bola oleh defender terjadi setelah menekel kaki penyerang dari belakang, jadi wasit tepat untuk menghadiahkan [penalti],”’ tambahnya.

“Beberapa mungkin berpendapat bahwa Mosquera harusnya diganjar kartu kuning kedua, namun tidak semua situasi layak dikartu kuning kedua dan tekel yang ini dinilai sebagai kecerobohan, yang menurut peraturan kartu kuning tidak perlu dikeluarkan untuk tekel yang ceroboh,” tandasnya. (rda)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral