- REUTERS/Alessandro Garofalo
Dicap Terlalu Dominan, Media Italia Sebut Kepergian Dusan Vlahovic Sangat Dinantikan Skuad Juventus
Jakarta, tvOnenews.com - Perpisahan Juventus dan Dusan Vlahovic tampaknya bukan sekadar soal kontrak yang tidak lagi berlanjut. Kini, mulai muncul sejumlah cerita tentang hubungan sang striker dengan ruang ganti Bianconeri.
Menurut laporan Tuttosport, suasana di Continassa tidak sepenuhnya diwarnai rasa kehilangan setelah negosiasi perpanjangan kontrak Vlahovic menemui jalan buntu. Penyerang asal Serbia itu memang tetap dipandang sebagai sosok penting di lapangan, tetapi kehadirannya disebut tidak selalu membuat semua orang di tim merasa nyaman.
Vlahovic dikenal sebagai striker dengan ambisi besar dan rasa percaya diri tinggi. Namun, karakter tersebut kabarnya tidak selalu diterima dengan baik oleh sebagian rekan setimnya, terutama saat situasi kontraknya mulai menjadi pembahasan terbuka di internal klub.
Para pemain Juventus disebut memahami bahwa kepergian Vlahovic akan meninggalkan celah di lini depan. Meski begitu, ada sisi lain dari kepribadiannya yang dinilai membuat suasana ruang ganti tidak selalu harmonis.
Tuttosport menulis bahwa Vlahovic beberapa kali dianggap terlalu menonjol di tengah tim. Sikap yang bagi sebagian orang terlihat sebagai ambisi, bagi sebagian lainnya justru terasa seperti arogansi.
Salah satu momen yang disebut memicu ketidaknyamanan adalah komentar Vlahovic soal perbandingan gaji dengan Jonathan David. Ucapan seperti “kenapa saya harus digaji seperti David?” kabarnya tidak diterima dengan baik oleh beberapa pihak di lingkungan Juventus.
Situasi menjadi semakin sensitif karena Vlahovic juga disebut ingin tetap berada di posisi teratas dalam daftar gaji skuad. Ia bahkan dikabarkan berharap tetap menerima bayaran lebih tinggi dibandingkan beberapa nama penting lain, termasuk bintang muda Kenan Yildiz.
Ketegangan bertambah setelah Manuel Locatelli mendapatkan kontrak baru dengan kenaikan gaji. Perkembangan itu disebut membuat Vlahovic kembali menaikkan tuntutannya dalam pembicaraan dengan manajemen klub.
Bagi Juventus, memenuhi seluruh permintaan Vlahovic bukan hanya soal angka di atas kertas. Klub juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap suasana ruang ganti, terutama ketika beberapa pemain lain mulai merasa situasi tersebut tidak lagi sehat.
Pada akhirnya, Juventus memilih untuk tidak memaksakan kerja sama yang semakin sulit dipertahankan. Keputusan itu kabarnya diterima oleh manajemen, pelatih, dan sebagian besar pemain tanpa gejolak besar.