- tvOnenews-Ilham Giovani
Layak Dilirik Timnas Indonesia, Pemain Asal Jakarta Ini Resmi Gabung Kasta Teratas Eropa dan Jadi Rival Joey Pelupessy
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia dikaitkan dengan sejumlah pemain yang berpeluang dinaturalisasi. Di tengah proses tersebut, muncul nama pemain kelahiran Jakarta yang kini berkarier di kasta tertinggi Liga Belgia.
Seperti diketahui, PSSI memang masih berupaya menambah kedalaman skuad Garuda melalui jalur naturalisasi. Langkah itu dipersiapkan sebagai bagian dari proyek jangka panjang menuju berbagai agenda internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan proses pencarian dan pemantauan pemain keturunan masih terus berjalan. Federasi juga terus menyelesaikan tahapan administrasi sejumlah nama yang sudah masuk daftar prioritas.
Dua pemain muda, Luke Vickery dan Mitchell Baker, disebut telah memasuki tahap akhir proses naturalisasi. Keduanya kini tinggal menunggu pembahasan dalam rapat paripurna DPR RI sebelum proses berikutnya dilanjutkan.
Erick menegaskan tahapan di DPR menjadi prosedur yang harus dilalui sebelum status kewarganegaraan bisa disahkan. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar agar para pemain segera tersedia bagi Timnas Indonesia.
Menteri BUMN itu juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu proses administrasi. Erick secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPR dan seluruh pihak yang terlibat.
Menurut PSSI, program naturalisasi bukan sekadar solusi jangka pendek untuk mengejar prestasi. Federasi ingin membangun fondasi tim nasional yang lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan di level Asia maupun dunia.
- kvcwesterlo.be
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, perhatian juga tertuju kepada Reno Munz. Bek muda berusia 20 tahun kelahiran Jakarta itu baru saja resmi bergabung dengan klub Liga Belgia, KVC Westerlo.
Reno menandatangani kontrak berdurasi empat musim bersama Westerlo setelah tampil menjanjikan di Jerman. Kepindahan itu menjadi langkah besar dalam perjalanan kariernya di sepak bola Eropa.
Bek bertinggi 188 sentimeter tersebut dikenal sebagai pemain bertahan modern yang memiliki kecepatan dan kemampuan membaca permainan. Performanya bahkan sempat membuatnya masuk jajaran pemain tercepat di Bundesliga 2 musim lalu.
Meski lahir di Jakarta, Reno tidak memiliki garis keturunan Indonesia dari kedua orang tuanya. Ia lahir di Indonesia karena ayah dan ibunya sedang bekerja di Tanah Air saat itu.
Musim lalu, Reno mencatatkan 30 penampilan bersama SpVgg Greuther Fürth dan menyumbang satu assist. Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan Westerlo merekrutnya untuk memperkuat lini belakang.
Kepindahan Reno ke Liga Belgia membuatnya berpeluang berhadapan dengan pemain Timnas Indonesia, Joey Pelupessy. Sang gelandang dipastikan tetap membela Lommel SK yang baru promosi ke kasta tertinggi Liga Belgia.
Dengan usia yang masih muda dan pengalaman di Eropa, ia menjadi salah satu pemain yang layak dipantau untuk masa depan Garuda.
(sub)