- Instagram @borussia
Kelakuan Kevin Diks Disorot Media Jepang Jelang Debut Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
tvOnenews.com - Nama Kevin Diks mendadak disorot media Jepang jelang bergabungnya sang pemain ke Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Kevin Diks disebut berselisih dengan seorang pemain Borussia Monchengladbach yakni Shuto Machino dalam hal eksekusi tendangan penalti di laga akhir pekan kemarin.
Peristiwa ini terjadi dalam kekalahan 3-4 Monchengladbach atas Mainz 05 di pertandingan lanjutan Bundesliga Jerman, Sabtu (19/9).
Dalam pertandingan itu, tercatat Die Fohlen mendapat dua kali hadiah penalti. Yang pertama terjadi di menit ke-57 dan dieksekusi Kevin Diks, namun gagal berbuah gol.
Sedangkan kesempatan kedua datang di babak injury time. Pemain Mainz 05 Eric Martel melakukan handball sehingga ditunjuklah hukuman penalti.
Kevin Diks yang biasa bertindak sebagai eksekutor terkejut ketika pemain pengganti Shuto Machino mengambil bola untuk segera mengambil penalti bagi Borussia.
Friksi kecil sempat terjadi di lapangan, namun rekan-rekan setimya dengan cepat menenangkan. Shuto Machino pada akhirnya berhasil cetak gol.
- REUTERS/Teresa Kroeger
Akan tetapi, Kevin Diks yang terlanjur kecewa memilih untuk tidak ikut merayakan gol yang dicetak Shuto Machino lewat eksekusi tendangan penalti.
Momen ini ternyata disorot media Jepang yang mengutip surat kabar Jerman BILD. Cerita ini bahkan dijabarkan secara lengkap lewat sebuah artikel.
“Kapten Borussia dan bek internasional Indonesia, Kevin Diks, gagal mengeksekusi penalti pertama pertandingan. Penalti kedua, yang diberikan pada menit-menit akhir karena pelanggaran handball oleh lawan, dieksekusi oleh Machino, yang masuk sebagai pemain pengganti di akhir pertandingan,“ tulis Qoly.
“Diks bermaksud mengambil tendangan kedua, tetapi Machino menolak untuk menyerahkan bola. Diks tampak marah karenanya, dan gelandang Philip Sander mencoba untuk menengahi,“ tambahnya.
“Machino menolak untuk menyerah, dan Diks, menunjukkan ketidaksenangannya, mundur tetapi tidak merayakan gol Machino,“ jelas Qoly yang merujuk situs Jerman BILD.
Kejadian ini lalu merembet ke berbagai pihak. Para pemain seperti Philipp Sander mengatakan jika masalah tersebut sebetulnya tidak begitu penting untuk dibahas.
“Kami memiliki masalah yang lebih penting untuk ditangani saat ini,“ katanya.
Pun halnya Direktur Olahraga Rouven Schroeder yang menuturkan jika perselisihan ini sebetulnya bisa diselesaikan oleh kedua pihak yang bertikai.
“Ini adalah masalah yang perlu diselesaikan oleh para pemain sendiri,“ bebernya.
- Borussia Monchengladbach
Sebagai informasi, Kevin Diks dan Shuto Machino menjadi dua eksekutor penalti terbaik yang dimiliki Borussia Monchengladbach.
Kevin Diks hanya gagal 3 kali penalti sepanjang kariernya sedangkan Shuto Machino belum pernah merasakan satupun kegagalan dalam 10 kesempatan.
Adapun persoalan kecil ini secara tidak langsung bisa menganggu kondisi tim yang sejauh ini tak pernah menang dalam empat pertandingan beruntun.
Sejauh ini, Borussia Monchengladbach terjerembab di dasar klasemen sementara Bundesliga Jerman tanpa satupun poin dengan 16 kali kebobolan.
Di sisi lain, pemberitaan ini turut menyertai perjalanan Kevin Diks yang akan bergabung dengan skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.