- REUTERS/Tyrone Siu
Tolak Klub Top Eropa, Tijjani Reijnders Akhirnya Buka-bukaan soal Alasan Pindah ke Liga Arab Saudi
tvOnenews.com - Tijjani Reijnders akhirnya mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan sepak bola Eropa dan melanjutkan karier di Liga Arab Saudi bersama Al Qadisiyah.
Media Inggris Goal.com melaporkan bahwa mantan gelandang Manchester City tersebut memberikan penjelasan secara terbuka mengenai keputusannya pindah ke Arab Saudi.
Masa depan Reijnders memang menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan pada bursa transfer musim panas lalu. Sejumlah klub Eropa seperti Juventus, Galatasaray, dan Newcastle United disebut tertarik untuk mendapatkan jasanya.
- Instagram/tijjanireijnders
Dengan usia 28 tahun dan berada dalam periode penting kariernya, Tijjani Reijnders sempat diperkirakan akan tetap berkompetisi di Eropa. Namun, ia justru memilih menerima tawaran dari Al Qadisiyah.
Ayah Reijnders, Martin Reijnders, sebelumnya telah menjelaskan situasi yang dihadapi sang putra.
"Reijders tidak bisa pergi ke sembarang tempat. Manchester City menginginkan biaya transfer yang tidak mampu dibayar oleh siapa pun di Eropa. Akibatnya, dia bermain di sini."
Kini, Reijnders sendiri memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai keputusan tersebut. Ia tidak menampik bahwa faktor finansial turut berperan dalam kepindahannya.
"Anda bilang saya hanya pergi karena uang? Saya tidak bisa menyangkalnya. Saya harap saya tidak perlu bekerja lagi setelah karier bermain saya berakhir."
Reijnders kemudian menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan hanya mengenai dirinya sendiri. Kontrak yang didapatnya di Arab Saudi membuatnya merasa mampu memberikan jaminan finansial untuk keluarganya dalam jangka panjang.
"Tentu saja, saya mungkin tidak perlu bekerja bahkan setelah kontrak saya dengan Manchester City berakhir, tetapi melalui transfer ini, saya telah mampu mengamankan masa depan untuk generasi penerus keluarga saya. Saya tidak ingin berbohong tentang itu."
Ia bahkan mengakui bahwa nilai kontrak tersebut dapat memberikan keamanan finansial hingga generasi berikutnya.
"Dengan menandatangani kontrak ini, saya bahkan bisa membuat cucu-cucu saya stabil secara finansial, jadi mengapa saya tidak melakukannya? Anda selalu bisa berpura-pura bermoral, tetapi saya pikir siapa pun akan mengatakan 'ya' jika mereka menerima tawaran seperti itu," katanya.
Meski mengakui faktor finansial menjadi salah satu pertimbangan, Reijnders tidak melihat kepindahannya ke Arab Saudi sebagai akhir dari kariernya di level tertinggi.
Kakak dari Eliano Reijnders itu mengaku pada awalnya memiliki pandangan yang sama seperti banyak orang bahwa bermain di Arab Saudi dapat membuat karier seorang pemain top Eropa mengalami penurunan. Namun, pandangan tersebut berubah setelah mendapatkan masukan dari pelatih Brendan Rodgers.
"Banyak orang tampaknya berpikir bahwa pergi ke Arab Saudi berarti akhir dari karier sebagai pemain sepak bola tingkat atas. Awalnya saya juga berpikir begitu. Manajer Brendan Rodgers memberi tahu saya bahwa saya bisa bermain di sini dengan senang hati selama tiga atau empat tahun dan kemudian kembali ke Eropa. Ada banyak contoh seperti itu. Itu juga tujuan saya."
- Instagram/tijjanireijnders
Reijnders merupakan gelandang internasional Belanda yang mengawali karier profesionalnya bersama PEC Zwolle. Ia kemudian memperkuat AZ Alkmaar sebelum melanjutkan perjalanan ke AC Milan.
Pada musim 2024-25, Reijnders tampil dalam 54 pertandingan dengan torehan 15 gol dan empat assist. Performa tersebut membuatnya mendapatkan penghargaan sebagai Gelandang Terbaik Serie A Italia.
Ia kemudian memperkuat Manchester City pada musim lalu sebelum akhirnya pindah ke Al Qadisiyah. Pada musim ini, Reijnders telah mencetak tiga gol dari enam pertandingan bersama klub Arab Saudi tersebut.