- REUTERS/Daniele Mascolo
Ruud Gullit Minta AC Milan Bersabar dengan Ruben Amorim: Mereka Sedang dalam Masa Transisi
Jakarta, tvOnenews.com - Ruben Amorim mendapat dukungan dari legenda AC Milan, Ruud Gullit. Ia menilai sang pelatih juga telah bekerja dengan baik ketika menangani Manchester United.
Amorim kini tengah menjalani fase awal bersama Rossoneri. Milan juga disebut masih berada dalam proses membangun kembali kekuatan tim.
Gullit memahami situasi tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, Milan perlu memberikan kesempatan kepada Amorim untuk membentuk tim sesuai dengan gagasannya.
“Amorim melakukan pekerjaan dengan baik di Manchester United, dan saya pikir dia juga melakukannya dengan baik di AC Milan,” ujar Gullit kepada MARCA.
Namun, Gullit menyadari Milan sedang berada dalam masa transisi. Kondisi tersebut membuat Amorim membutuhkan waktu untuk menerapkan ide permainannya.
Menurut Gullit, kreativitas menjadi salah satu kunci untuk keluar dari situasi tersebut. Ia menilai proses perubahan tidak akan berjalan maksimal jika dilakukan secara terburu-buru.
“Mereka juga sedang berada dalam fase transisi, dan satu-satunya cara untuk keluar dari situasi ini adalah menjadi lebih kreatif,” katanya.
Komentar Gullit memiliki bobot tersendiri karena ia pernah merasakan masa kejayaan Milan. Ia bergabung dengan Rossoneri dari PSV Eindhoven pada musim panas 1987.
Saat itu, kepindahan Gullit bernilai 13,5 miliar lira. Ia kemudian menjadi bagian penting dari skuad Milan di era Arrigo Sacchi dan Fabio Capello.
Gullit tercatat membuat 171 penampilan resmi bersama Milan. Ia juga mencetak 56 gol dan menyumbangkan 38 assist selama berseragam Rossoneri.
Koleksi trofinya bersama Milan juga sangat banyak. Gullit memenangkan tiga Scudetto, dua Piala Eropa, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Interkontinental.
Pengalaman tersebut membuat pandangan Gullit mengenai Milan menarik perhatian. Ia melihat perubahan di sebuah klub besar membutuhkan proses sebelum hasilnya dapat terlihat secara konsisten.
Gullit kemudian membandingkan kondisi sepak bola Inggris dengan kekuatan finansial Premier League. Menurutnya, besarnya gaji pemain tidak selalu menjadi gambaran mengenai kualitas mereka.
“Premier League memiliki uang, tetapi itu tidak selalu berarti mereka memiliki pemain terbaik di Inggris,” tutur Gullit.