news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih AC Milan Ruben Amorim.
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Ruud Gullit Minta AC Milan Bersabar dengan Ruben Amorim: Mereka Sedang dalam Masa Transisi

Ruben Amorim mendapat dukungan dari legenda AC Milan, Ruud Gullit. Ia menilai sang pelatih juga telah bekerja dengan baik ketika menangani Manchester United.
Jumat, 25 September 2026 - 15:07 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ruben Amorim mendapat dukungan dari legenda AC Milan, Ruud Gullit. Ia menilai sang pelatih juga telah bekerja dengan baik ketika menangani Manchester United.

Amorim kini tengah menjalani fase awal bersama Rossoneri. Milan juga disebut masih berada dalam proses membangun kembali kekuatan tim.

Gullit memahami situasi tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, Milan perlu memberikan kesempatan kepada Amorim untuk membentuk tim sesuai dengan gagasannya.

“Amorim melakukan pekerjaan dengan baik di Manchester United, dan saya pikir dia juga melakukannya dengan baik di AC Milan,” ujar Gullit kepada MARCA.

Namun, Gullit menyadari Milan sedang berada dalam masa transisi. Kondisi tersebut membuat Amorim membutuhkan waktu untuk menerapkan ide permainannya.

Menurut Gullit, kreativitas menjadi salah satu kunci untuk keluar dari situasi tersebut. Ia menilai proses perubahan tidak akan berjalan maksimal jika dilakukan secara terburu-buru.

“Mereka juga sedang berada dalam fase transisi, dan satu-satunya cara untuk keluar dari situasi ini adalah menjadi lebih kreatif,” katanya.

Komentar Gullit memiliki bobot tersendiri karena ia pernah merasakan masa kejayaan Milan. Ia bergabung dengan Rossoneri dari PSV Eindhoven pada musim panas 1987.

Saat itu, kepindahan Gullit bernilai 13,5 miliar lira. Ia kemudian menjadi bagian penting dari skuad Milan di era Arrigo Sacchi dan Fabio Capello.

Gullit tercatat membuat 171 penampilan resmi bersama Milan. Ia juga mencetak 56 gol dan menyumbangkan 38 assist selama berseragam Rossoneri.

Koleksi trofinya bersama Milan juga sangat banyak. Gullit memenangkan tiga Scudetto, dua Piala Eropa, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Interkontinental.

Pengalaman tersebut membuat pandangan Gullit mengenai Milan menarik perhatian. Ia melihat perubahan di sebuah klub besar membutuhkan proses sebelum hasilnya dapat terlihat secara konsisten.

Gullit kemudian membandingkan kondisi sepak bola Inggris dengan kekuatan finansial Premier League. Menurutnya, besarnya gaji pemain tidak selalu menjadi gambaran mengenai kualitas mereka.

“Premier League memiliki uang, tetapi itu tidak selalu berarti mereka memiliki pemain terbaik di Inggris,” tutur Gullit.

“Mereka mendapatkan bayaran tertinggi, tetapi itu tidak berarti mereka adalah yang terbaik,” lanjut mantan bintang Timnas Belanda tersebut.

Gullit bahkan mengaku kerap melihat pemain Premier League dengan pandangan berbeda. Ia menilai sebagian pemain sangat beruntung bisa bermain di kompetisi dengan nilai finansial sebesar itu.

“Saya melihat beberapa pemain Premier League dan berpikir, Anda beruntung bisa bermain di sana dan mendapatkan penghasilan sebesar itu,” ucapnya.

Di sisi lain, Gullit baru saja mendapat tempat di Milan Hall of Fame. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusinya selama membela Rossoneri.

Kini, perhatian Gullit tertuju pada perjalanan Amorim di Milan. Ia menilai pelatih asal Portugal tersebut masih membutuhkan ruang untuk membawa klub melewati fase perubahan.

Bagi Milan, dukungan dari sosok seperti Gullit menjadi bagian dari pembicaraan mengenai proses pembangunan tim. Amorim selanjutnya dituntut menerjemahkan gagasannya ke dalam performa Rossoneri di lapangan.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral