- JC Ruiz/Sipa USA
Kiper Tanjung Verde Ungkap Sisi Gelap Ketenaran usai Piala Dunia 2026: Saya Kehilangan Kedamaian
“Banyak orang ingin menjadi terkenal dan dikenal publik. Orang hanya melihat aspek positif dari ketenaran,” kata Vozinha.
Ia bahkan mengaku lebih memilih kehidupannya sebelum menjadi terkenal jika diberi pilihan.
“Jujur, jika saya harus memilih antara kehidupan saya saat ini dan kehidupan saya di masa lalu, saya akan memilih kehidupan saya yang lama.”
Dampak ketenaran tersebut juga dirasakan oleh keluarga Vozinha. Penggemar bahkan disebut mendatangi rumah ibunya di Tanjung Verde hampir setiap hari.
- REUTERS - JC Ruiz/Sipa USA
“Saya tidak bisa membantu orang tua saya karena saya tidak ada di sana,” ungkap Vozinha.
“Orang tua saya harus beradaptasi dengan situasi ini dan menetapkan batasan mereka sendiri.”
Bagi Vozinha, perjalanan di Piala Dunia memang mengubah hidupnya secara drastis. Namun, di balik popularitas dan perhatian dunia, sang kiper justru merasakan kehilangan sesuatu yang sebelumnya dianggap biasa: privasi dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.