- REUTERS/Daniele Mascolo
Goncalo Ramos Belum Gacor di AC Milan, Ruben Amorim Punya 3 Cara untuk Bangkitkan Ketajamannya
Jakarta, tvOnenews.com - Goncalo Ramos belum menunjukkan ketajaman terbaiknya bersama AC Milan. Ruben Amorim kini disebut memiliki sejumlah cara untuk mengeluarkan potensi gol sang striker.
Ramos menjadi salah satu rekrutan besar Milan di Serie A. Namun, kontribusinya di depan gawang sejauh ini belum sesuai dengan harapan.
Kehadiran Ramos sebenarnya memberikan keuntungan dalam sistem permainan Amorim. Striker asal Portugal itu dikenal rajin berlari dan aktif membantu pressing.
Namun, kontribusi tersebut belum diimbangi dengan produktivitas gol. Kondisi ini membuat Amorim perlu mencari formula agar Ramos lebih sering berada di posisi berbahaya.
Salah satu solusi yang disorot adalah meningkatkan jumlah umpan silang. Ramos memiliki kemampuan duel udara yang menjadi salah satu senjata penting dalam permainan.
Kualitas tersebut pernah terlihat ketika Ramos mencetak gol pertamanya sebagai pemain Rossonero. Ia menyambut umpan silang Rafael Leao dalam pertandingan Piala Dunia.
Kemampuan Ramos di udara juga sempat terlihat pada masa pramusim. Sayangnya, senjata tersebut belum banyak dimanfaatkan Milan ketika kompetisi resmi berjalan.
Milan saat ini berada di peringkat ke-10 Serie A dalam jumlah umpan silang ke kotak penalti. Minimnya suplai dari sisi lapangan membuat Ramos lebih jarang mendapatkan peluang melalui duel udara.
Selain umpan silang, kecepatan serangan juga menjadi perhatian. Amorim ingin Milan mampu merebut bola dengan cepat lalu langsung mengubahnya menjadi serangan.
Ramos memiliki kemampuan pressing yang sangat baik untuk menjalankan skema tersebut. Namun, pergerakannya harus diikuti pemain lain agar serangan cepat Milan bisa lebih efektif.
Masalah lain muncul ketika Ramos terlalu sering meninggalkan posisi striker. Keinginannya membantu tim terkadang membuatnya bergerak lebih dalam hingga terlihat seperti seorang gelandang.
Pengorbanan tersebut memang membantu keseimbangan permainan Milan. Namun, Ramos tetap harus berada di kotak penalti jika ingin meningkatkan jumlah golnya.
Sejauh ini, hanya sekitar sembilan persen sentuhan Ramos terjadi di dalam kotak penalti. Padahal, ia tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan pergerakan dibandingkan pemain lainnya.
Situasi tersebut membuat statistik Ramos lebih menyerupai seorang gelandang. Milan perlu memastikan sang striker lebih sering berada di area yang menjadi habitat utamanya.
Perubahan formasi juga bisa menjadi solusi berikutnya. Amorim dapat mempertimbangkan skema 4-2-3-1 untuk memberikan Ramos dukungan lebih besar.
Formasi tersebut memungkinkan Milan menggunakan winger yang lebih ofensif. Dengan begitu, Ramos tidak lagi terlalu terisolasi sebagai ujung tombak serangan.
Skema baru juga berpotensi menghadirkan lebih banyak peluang penalti bagi Milan. Ramos yang kini dipercaya sebagai eksekutor bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah koleksi gol.
Pada akhirnya, Ramos bukan hanya membutuhkan ruang untuk bergerak. Ia juga membutuhkan suplai bola dan dukungan yang lebih konsisten agar kemampuan mencetak golnya kembali muncul.
Amorim kini memiliki pekerjaan penting untuk menemukan formula tersebut. Jika Ramos bisa lebih sering berada di kotak penalti, AC Milan berpeluang mendapatkan versi terbaik dari sang penyerang.
(sub)