- Kolase tvOnenews.com - Instagram/portugal / REUTERS/Nathan Ray Seebeck
Bak Bumi dan Langit, Nasib Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Timnas: Satu Pergi Diam-diam, Satu Dibuat Acara Khusus
tvOnenews.com - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kembali dibandingkan, kali ini dalam konteks bagaimana keduanya menghadapi fase akhir perjalanan bersama tim nasional masing-masing. Keduanya dinilai menempuh jalan yang sangat berbeda menjelang momen perpisahan dari panggung internasional.
Pada 1 Oktober, media Spanyol Marca membandingkan situasi Ronaldo dan Messi. Media tersebut menilai perbedaan karakter keduanya semakin terlihat ketika mereka memasuki penghujung karier.
"Keduanya selalu seperti minyak dan air. Mereka adalah dua pemain terbaik, namun mereka sangat berbeda, dan bahkan di akhir karier mereka, mereka menempuh jalan yang sepenuhnya berlawanan."
- REUTERS/Pedro Nunes
Cristiano Ronaldo belakangan menjadi sorotan setelah situasinya bersama timnas Portugal memanas. Perselisihan terkait perannya di dalam tim serta konflik dengan pelatih kepala Jorge Jesus membuat Ronaldo akhirnya meninggalkan skuad.
Ia bahkan meninggalkan kamp Portugal dengan menggunakan jet pribadi ketika persoalan internal tersebut belum sepenuhnya terselesaikan. Situasi itu kemudian mendapat kritik tajam dari media.
"Ronaldo meninggalkan tim nasional melalui pintu belakang. Itu seperti frustrasi seorang remaja yang membanting pintu saat ia keluar."
Marca juga menyoroti dugaan ketidakmampuan Ronaldo menerima perubahan perannya di timnas Portugal. Seiring bertambahnya usia, menit bermain dan statusnya sebagai pemain utama mulai mengalami perubahan.
Penampilan Ronaldo di sejumlah turnamen besar juga disebut tidak lagi seperti sebelumnya. Ia gagal mencetak gol di Euro 2024, sedangkan dua golnya saat menghadapi Uzbekistan pada Piala Dunia 2026 menjadi catatan golnya dalam periode tersebut.
Meski demikian, Cristiano Ronaldo disebut masih kesulitan menerima kenyataan bahwa perannya di tim nasional mulai berkurang.
Situasi berbeda dialami Lionel Messi bersama timnas Argentina. Rival lama Ronaldo tersebut disebut tengah mendapatkan persiapan yang jauh lebih terstruktur untuk mengakhiri perjalanan internasionalnya.
Lionel Messi masih memiliki satu agenda terakhir bersama timnas Argentina. Ia dijadwalkan tampil menghadapi Benin pada 6 Oktober mendatang dalam laga perpisahan sebelum mengakhiri kiprahnya di level internasional.
Argentina bahkan merencanakan acara khusus untuk memperingati masa pensiun Messi dari tim nasional. Berbeda dengan Ronaldo yang meninggalkan skuad secara mendadak, Messi disebut ingin menjalani fase terakhir karier internasionalnya sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.
Messi sendiri sebelumnya pernah mempertimbangkan untuk pensiun dari timnas Argentina. Ketika itu, ia sempat berpikir untuk mengakhiri kiprahnya karena menilai kepergiannya dapat memberikan kesempatan bagi Argentina untuk berkembang.
Perbedaan keduanya kemudian kembali terlihat dari cara mereka menghadapi penghujung karier. Media tersebut menyoroti sikap Ronaldo yang dinilai masih ingin menjadi pusat perhatian meski memasuki fase akhir perjalanan sebagai pemain internasional.
"Dalam olahraga, pepatah bahwa seseorang harus tahu kapan harus mundur terus diulang. Namun, Ronaldo, yang memiliki semangat kompetitif yang lebih kuat daripada siapa pun, tidak dapat menerima peran pendukung."
Media tersebut kemudian membandingkannya dengan Messi yang dinilai memiliki pendekatan berbeda terhadap akhir karier.
"Sementara Ronaldo gagal menilai kapan harus pensiun dan tidak dapat melepaskan peran utama, rival abadinya memahami bahwa mundur dari puncak karier adalah pilihan yang paling alami dan tepat untuk pemain seperti dirinya."
Meski hubungan Ronaldo dan Portugal tengah berada dalam situasi sulit, masih terdapat kemungkinan bagi kedua pihak untuk memperbaiki keadaan. Ronaldo masih memiliki kesempatan untuk mengakhiri karier internasionalnya dengan cara yang berbeda.
- REUTERS/Agustin Marcarian TPX IMAGES OF THE DAY
"Ronaldo masih punya waktu untuk memperbaiki keadaan. Dia dan Portugal pantas mendapatkan akhir yang berbeda."
Media tersebut juga menilai perpisahan Ronaldo dengan Portugal saat ini menjadi sebuah momen yang tidak terduga sekaligus menyedihkan.
"Itu adalah perpisahan yang tak terduga dan menyedihkan, tetapi pada akhirnya, itu adalah cara paling khas Ronaldo untuk mengucapkan selamat tinggal."