news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Legenda Arsenal, Robert Pires dan Legenda Manchested United, Rio Rio Ferdinand Jelang Laga The Rivalry Returns di Jakarta.
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

GBK Bakal Jadi Saksi, Rio Ferdinand hingga Robert Pires Ungkap Panasnya Rivalitas MU dan Arsenal di Liga Inggris: Ada Perkelahian dan Lemparan Pizza

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, ungkap cerita panas di balik rivalitas timnya dengan Arsenal sepanjang sejarah Liga Inggris yang luput sorotan kamera.
Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:01 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, mengungkap cerita panas di balik rivalitas timnya dengan Arsenal di Liga Inggris yang luput dari sorotan kamera. Mantan bek timnas Inggris itu mengungkap adanya perkelahian antarpemain di lorong Stadion Old Trafford.

Cerita tersebut disampaikan Ferdinand menjelang pertandingan legenda Manchester United melawan Arsenal bertajuk The Rivalry Returns. Duel yang akan mempertemukan dua tim legenda itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Dalam konferensi pers di SUGBK, Jumat (9/10/2026), Ferdinand mengenang rivalitas tersebut bersama Ryan Giggs serta dua mantan pemain Arsenal, Robert Pires dan Gilberto Silva. Keempatnya mengungkap pengalaman yang menggambarkan panasnya persaingan kedua klub saat masih aktif bermain.

Manchester United dan Arsenal pernah menjadi rival utama dalam perebutan gelar Liga Inggris, terutama ketika Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger memimpin kedua tim. Persaingan itu tidak jarang memicu ketegangan yang berlanjut hingga ke luar lapangan.

Ferdinand mengungkap salah satu insiden yang terjadi di lorong Old Trafford. Menurutnya, kejadian tersebut luput dari perhatian publik karena berlangsung di area yang tidak terjangkau kamera.

"Sebenarnya ada satu momen, tetapi kalian tidak pernah melihatnya. Itu terjadi di lorong Old Trafford saat ada perkelahian," ujar Ferdinand dalam konferensi pers di SUGBK, Jumat (9/10/2026).

Pernyataan Ferdinand langsung ditanggapi Gilberto Silva, yang pernah menjadi bagian penting lini tengah Arsenal. Mantan pemain timnas Brasil itu mengungkap bahwa insiden tersebut bukan satu-satunya perkelahian yang terjadi di lorong stadion.

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

"Tentu saya ada di sana, bahkan ada dua perkelahian," timpal Gilberto.

Ferdinand kemudian menyinggung ketegangan yang melibatkan dua mantan kapten klub, Patrick Vieira dari Arsenal dan Roy Keane dari Manchester United. Keduanya dikenal memiliki karakter kuat dan kerap terlibat persaingan sengit di lapangan.

"Ada banyak perkelahian di lorong. Hanya saja, kamera tidak berada di sana sehingga kalian tidak melihatnya. Termasuk di Highbury antara Patrick [Vieira] dan Roy [Keane], itu gila," kata Ferdinand.

Sementara itu, Robert Pires mengenang berbagai insiden tersebut dengan cara berbeda. Mantan gelandang asal Prancis itu mengaku terkadang tertawa ketika kembali menyaksikan rekaman pertandingan yang memperlihatkan panasnya rivalitas kedua klub.

"Kalau melihat video-video itu sekarang, terkadang saya tertawa. Namun, itu memang bagian dari rivalitas kami," kata Pires.

Ia juga menyinggung salah satu insiden paling terkenal dalam persaingan Manchester United dan Arsenal, yakni kejadian yang melibatkan lemparan pizza.

"Setelah pertandingan, kami bisa membicarakan kejadian tersebut, seperti perkelahian atau insiden ketika ada pizza yang dilempar," tambahnya.

Di sisi lain, Ryan Giggs menyoroti perubahan sikap pemain sepak bola dalam menghadapi rival. Legenda Manchester United itu mengaku heran melihat kebiasaan pemain masa kini yang saling berpelukan sebelum pertandingan, sesuatu yang menurutnya tidak lazim pada era ketika ia masih aktif bermain.

"Sekarang, kami sulit memahami ketika menonton pertandingan dan melihat para pemain saling berpelukan sebelum laga dimulai. Dahulu, kami biasanya hanya saling menyapa. Sekarang, semua orang berpelukan sebelum pertandingan. Bagi kami, itu terasa aneh," kata Giggs.

Giggs menegaskan bahwa rivalitas pada masa lalu tetap berjalan beriringan dengan rasa hormat terhadap lawan. Namun, setelah pertandingan berakhir, para pemain biasanya cukup berjabat tangan dan memberikan apresiasi tanpa harus menjalin kedekatan di luar lapangan.

"Dahulu, kami tidak menyukai satu sama lain, tetapi tetap saling menghormati karena tahu bahwa kami menghadapi pemain dan tim yang bagus. Setelah pertandingan, kami berjabat tangan, mengucapkan selamat atas pertandingan yang bagus, lalu pergi. Kami tidak benar-benar ingin mengenal satu sama lain lebih jauh," tutupnya.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral