- REUTERS/Hannah Mckay
Pelatih Calvin Verdonk Tak Terima Lille Dikalahkan 0-3 oleh Arsenal di Liga Champions
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Lille, Davide Ancelotti, seakan tak terima dengan kekalahan 0-3 dari Arsenal. Calvin Verdonk dan kolega dinilai tampil lebih baik ketimbang vonis papan skor.
Les Dogues bertandang ke Emirates Stadium untuk lanjutan Liga Champions pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Mereka berupaya mencari poin pertama setelah menderita kekalahan 2-3 dari Real Betis.
Lille sempat bermain baik di paruh pertama, membuat Arsenal frustrasi karena tak bisa mencetak gol. Mereka bahkan sempat mencetak gol melalui Ayase Ueda, namun itu dianulir karena offside.
Situasi memburuk di paruh kedua setelah Arsenal berhasil membuka skor melalui Jurrien Timber pada menit ke-64. Hanya tiga menit kemudian, Eberechi Eze menggandakan keunggulan tuan rumah dan ditutup oleh gol Bukayo Saka di menit ke-71.
The Gunners memporak-porandakan pertahanan Lille dalam kurun waktu tujuh menit saja. Pelatih Davide Ancelotti menyatakan setelah laga bahwa hasil ini terlalu berat untuk timnya dan bahwa mereka tidak pantas untuk dikalahkan seperti ini.
"Kami melihat perbedaan antara kedua tim sejak menit ke-60. Kami tidak pantas mendapatkan hasil ini. Ini hasil yang terlalu berat bagi kami," kata juru taktik asal Italia itu kepada Canal+.
"Anda harus melakukan banyak hal untuk mendapatkan hasil di sini. Kami bertahan dengan baik, kami melakukan beberapa hal dengan bola di babak pertama,” tambahnya.
“Tapi kemudian, Anda tidak bisa kebobolan tiga gol dalam lima menit. Mereka meningkatkan intensitas dan tempo permainan, dan kami tidak mampu bertahan dalam pertandingan," sambung Ancelotti.
Bek kiri Lille, Romain Perraud, mengakui bahwa Arsenal adalah salah satu tim terbaik di dunia. Hal itu dibuktikan lewat laga semalam.
Namun, menurutnya, ada sedikit kesalahan taktik juga yang membuat Lille kalah pada laga semalam. Hal itu menyebabkan mereka kolaps dalam waktu singkat.
“Tidak, saya rasa keduanya berperan. Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia, kita tahu itu, dan mereka menunjukkannya kepada kita malam ini. Di awal babak kedua, mereka mendominasi permainan,” kata Perraud, dilansir dari Le Petit Lillois.
“Kami tidak pernah berhasil keluar dari periode itu. Kita kebobolan gol pertama, seperti yang saya katakan, dan itu menyakitkan. Setelah itu, masalahnya adalah kita tidak bisa lagi mengeluarkan bola dari separuh lapangan kita sendiri, kita tidak bisa mendapatkan penguasaan bola,” tambahnya.
"Kami kesulitan, dan melawan tim seperti itu, sulit untuk mengharapkan apa pun. Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Kami harus bangkit kembali,” tandasnya.
Dalam laga ini, Calvin Verdonk mengawali duel sebagai pemain cadangan, namun dikirim ke lapangan untuk menggantikan Perraud pada menit ke-78. Atas aksinya tersebut, Verdonk resmi menjadi pemain aktif Timnas Indonesia pertama di Liga Champions. (rda)