- REUTERS/Susana Vera
Michael Carrick Keluhkan Keputusan VAR yang Rugikan Manchester United saat Dikalahkan Atletico Madrid
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengeluhkan keputusan VAR yang merugikan timnya pada laga kontra Atletico Madrid. Duel berakhir dengan kekalahan 0-2 untuk The Red Devils.
United kembali menderita hasil minor pada saat bertandang ke Metropolitano, Madrid untuk lanjutan Liga Champions. Gawang Senne Lammens sudah kebobolan sejak laga baru bergulir satu menit akibat gol Pablo Barrios.
Wasit Glenn Nyberg sempat menganulir gol Johnny Cardoso pada menit ke-45, yang mencegah Atletico unggul dua gol. Namun, Nyberg kemudian mengambil keputusan yang merugikan United pada menit ke-72.
Leny Yoro pada awalnya dikartu kuning usai melanggar Jonathan David yang berupaya menyerang gawang United. Namun, Nyberg mengambil keputusan berbeda setelah melihat ulang melalui VAR.
Sang bek tengah asal Prancis dikartu merah karena dianggap melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir. Di menit ke-79, Atletico pun berhasil menggandakan skor melawan 10 pemain United usai Ademola Lookman menyelesaikan bola muntah hasil tembakan Jonathan David.
Keputusan Nyberg menjadi sorotan Michael Carrick, yang makin berada dalam tekanan seusai laga ini. Menurutnya, Yoro tidak layak dikartu merah karena pelanggaran tersebut.
"Saya harus mengatakan bahwa menurut saya itu bukan kartu merah. Saya benar-benar tidak setuju dengan keputusan itu. Saya tidak tahu apakah saya boleh mengatakannya atau tidak, tetapi saya hanya tidak setuju dengan keputusan itu," kata Carrick, dilansir Manchester Evening News.
"Dia sebenarnya tidak bergerak cepat menuju gawang. Entah itu pelanggaran atau bukan, gerakannya sangat lemah dan lambat, dan [mendapatkan] kartu merah untuk itu, apalagi sampai ke VAR. Saya benar-benar tidak mengerti," tambahnya.
Gol Barrios memang sudah menyulitkan The Red Devils sedari awal. Carrick mengakui ada beberapa aspek permainan yang perlu dibereskan, namun dia mengatakan bahwa kartu merah Yoro sangat mengubah keseimbangan di babak kedua.
"Kami memulai pertandingan dengan buruk dan membuat diri kami sendiri harus bekerja keras di tempat yang memang sulit, mereka mencapai semifinal tahun lalu. Saya pikir kami merespons dan bermain cukup baik,” katanya.
"Kami memiliki empat peluang satu lawan satu yang efektif hingga Bryan. Marcus memiliki satu, saya rasa tendangan volinya tidak mengenai bola. Bruno memiliki satu dan melambungkannya melewati kiper. Sekali lagi, hasilnya bisa berbeda,” lanjutnya.
"Ada hal-hal yang tentu saja bisa kami perbaiki seiring berjalannya pertandingan, tetapi saya pikir pertandingan masih seimbang dan saya pikir kami masih bisa bersaing di babak kedua. Kartu merah jelas berdampak besar pada hal itu," tukasnya. (rda)