- REUTERS/Daniele Mascolo
Jay Idzes Bongkar Situasi Ruang Ganti Sassuolo Usai Dekati Zona Degradasi Liga Italia: Semua Terdiam Tanpa Banyak Bicara
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mulai merasakan beratnya perjuangan Sassuolo di Liga Italia. Kekalahan beruntun membuat situasi ruang ganti I Neroverdi semakin mengkhawatirkan.
Jay Idzes sendiri baru saja kembali bermain setelah absen lebih dari sebulan akibat cedera serius. Namun, penampilannya setelah pulih dari cedera harus berakhir dengan kekalahan.
Sassuolo kembali menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Fiorentina pada pekan ke-10 Serie A, Senin (2/11/2026). Bermain di Mapei Stadium, mereka takluk dengan skor 2-4.
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif tim asuhan Alberto Aquilani. Sassuolo kini sudah menelan empat kekalahan beruntun setelah sebelumnya tumbang dari Frosinone, Como, dan Lazio.
Rentetan hasil buruk itu membuat posisi mereka merosot tajam di klasemen sementara. Setelah sempat menghuni peringkat kesembilan pada pekan kelima, Sassuolo kini terdampar di posisi ke-17.
Posisi tersebut hanya satu tingkat di atas batas zona degradasi. Situasi ini tentu menjadi peringatan serius bagi Domenico Berardi dan rekan-rekannya.
Masalah terbesar Sassuolo terlihat dari rapuhnya barisan pertahanan mereka. Dalam empat kekalahan terakhir, klub berjuluk I Neroverdi itu sudah kebobolan 16 gol atau rata-rata empat gol setiap pertandingan.
Jay Idzes menjadi salah satu pemain yang memahami betapa beratnya situasi tersebut. Bek Timnas Indonesia itu sebelumnya pernah berjuang menyelamatkan Venezia dari ancaman degradasi.
Pengalaman tersebut terjadi ketika Idzes memperkuat Venezia pada musim 2024/2025. Sayangnya, perjuangan mereka berakhir pahit setelah I Lagunari gagal bertahan di Serie A.
Karena itu, Idzes memahami bahwa persaingan menghindari degradasi membutuhkan mentalitas berbeda. Ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menganggap situasi Sassuolo saat ini sebagai persoalan biasa.
"Saya tahu karena saya pernah bermain di Venezia. Jika Anda bermain untuk menghindari degradasi, semua pertandingan adalah sebuah perang," kata Idzes, dikutip dari TMW.
Bek berdarah Belanda tersebut juga menekankan pentingnya perjuangan dan mentalitas seluruh pemain. Menurutnya, Sassuolo memiliki kualitas untuk bersaing, tetapi hal itu harus dibuktikan melalui penampilan di lapangan.
Idzes turut menyoroti hilangnya keseimbangan permainan Sassuolo ketika menghadapi Fiorentina. Ia menilai timnya beberapa kali kehilangan kendali hingga memberi lawan kesempatan mencetak gol.
Menurut Idzes, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Para pemain harus menunjukkan semangat dan komitmen lebih besar agar bisa memperbaiki keadaan.
"Kami kebobolan terlalu banyak gol. Jika kami terus seperti ini, situasinya akan sulit," tegasnya.
Ada satu momen yang turut menggambarkan beratnya suasana di kubu Sassuolo setelah kekalahan tersebut. Idzes mengungkapkan bahwa para pemain memilih terdiam di ruang ganti tanpa banyak bicara.
"Kami terdiam di ruang ganti setelah pertandingan. Kondisi itu sangat berarti karena saya bisa bicara banyak," ungkapnya.
Bagi Idzes, keheningan tersebut menjadi gambaran bahwa seluruh pemain menyadari masalah yang sedang mereka hadapi. Ia meminta rekan-rekannya segera berbenah, terutama dalam mengurangi kesalahan di lini belakang.
Di sisi lain, Idzes menilai Sassuolo sebenarnya memiliki kekuatan untuk menciptakan peluang dan mencetak gol. Namun, ketajaman lini depan harus diimbangi dengan pertahanan yang lebih disiplin agar kerja keras tim tidak berakhir sia-sia.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh pemain harus meningkatkan performa, meski Sassuolo mampu mencetak gol dalam hampir setiap pertandingan. Ketajaman di lini depan tidak akan cukup jika pertahanan terus mudah ditembus lawan.
(sub)