- REUTERS/Scott Heppell
Jadi Pahlawan Kemenangan Manchester United, Matheus Cunha Justru Ribut dengan Michael Carrick
Jakarta, tvOnenews.com - Matheus Cunha terlihat adu mulut dengan pelatih Manchester United, Michael Carrick, seusai laga kontra AS Roma. Cunha menjadi pahlawan lewat catatan dua golnya dalam laga ini.
The Red Devils akhirnya berhasil mengakhiri rangkaian hasil minor, yaitu sembilan laga beruntun tanpa kemenangan. Mereka juga telah menderita kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir di semua ajang sebelum menjamu AS Roma di Old Trafford pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Dalam laga ini, bayang-bayang kekalahan sebenarnya sudah terlihat sejak babak pertama. Sebab, Roma berhasil unggul 2-0 lebih dulu melalui Matias Soule dan Donyell Malen.
Namun, MU berusaha mengejar di paruh kedua dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui penalti Bruno Fernandes pada menit ke-58. Di menit-menit akhir, Matheus Cunha membalikkan keadaan untuk United lewat dwigolnya pada menit ke-83 dan 86.
Sayangnya, dia tidak mengakhiri laga di lapangan. Cunha menerima kartu kuning pertamanya setelah mencetak gol pembalik keadaan dan kemudian mendapatkan kartu kuning kedua karena pelanggaran di masa injury time.
Dia dikartu merah jadi Man United mengakhiri laga dengan 10 orang. Sang striker asal Brasil pun tidak akan tersedia pada laga berikutnya di Liga Champions, yaitu ketika melawat ke markas Sporting Lisbon pada akhir bulan ini.
Seusai laga, Cunha tampaknya ditegur oleh Michael Carrick sebagaimana yang dilaporkan oleh Manchester Evening News. Namun, belum jelas apakah ini tentang kartu merahnya atau bukan.
“Saat peluit akhir berbunyi, Cunha ingin ikut merayakan kemenangan, tetapi dengan cepat terlihat oleh Carrick. Setelah pertengkaran singkat mereka, mantan penyerang Wolverhampton Wanderers itu tampak kesal sebelum menuju terowongan Old Trafford,” demikian laporan media Inggris itu.
“Tidak jelas mengapa pemain Brasil itu tampak marah setelah pertukaran singkatnya dengan manajer United, meskipun diyakini Carrick telah mendesak pemain Brasil itu untuk turun ke ruang ganti agar terhindar dari hukuman lebih lanjut,” sambungnya.
Cunha sendiri tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya seusai laga. Dia mengakui bahwa ini terasa seperti mimpi baginya.
"Saya bermain untuk klub ini untuk momen-momen seperti ini, untuk melihat para penggemar dengan energi seperti ini. Tentu saja, kami telah melewati masa sulit dan para penggemar telah mendukung kami,” katanya kepada MUTV.
"Saya sangat emosional dan saya mencoba untuk menyemangati mereka bersama kami. Tentu saja, mereka perlu mendapatkan jawaban dari pihak kami dan saya pikir kami telah memberikannya kepada mereka hari ini. Saya sangat senang menjadi bagian dari ini,” tambahnya.
Soal kartu merah, dia mengakui bahwa itu bukan bagian dari mimpinya. Namun demikian, dia tetap bahagia dengan hasil akhirnya.
"Saya pikir ini adalah hal terbaik yang pernah Anda lakukan dengan seragam ini, mewujudkan mimpi untuk menjadi bagian dari kebangkitan seperti ini sungguh luar biasa. Ini adalah mimpi,” katanya.
"Tentu saja, Anda tidak bermimpi tentang kartu merah! Pada akhirnya, saya pikir ini jauh lebih besar dari diri saya. Saya merasa stadion, kebahagiaan, itu adalah segalanya di dunia bagi kami," pungkasnya. (rda)