- FC Utrecht
Witan Sulaeman Pulang ke Indonesia, Bagaimana Nasib Bagus Kahfi di Eropa?
Jakarta, tvOnenews.com - Witan Sulaeman membuat kejutan setelah memutuskan kembali ke Indonesia. Sang pemain memilih gabung dengan Persija Jakarta. Namun, ada satu kompatriotnya yang menuai sorotan. Dia adalah Bagus Kahfi.
Witan diketahui kembali ke Indonesia setelah malang-melintang selama bertahun-tahun di Eropa. Pemain jebolan akademi SKO Ragunan itu kembali ke Tanah Air karena minim jam terbang.
Eks penggawa PSIM Yogyakarta itu banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Bersama klub Slovakia, Radnik, Witan hanya mengemas 110 menit bermain dalam lima pertandingan.
Witan juga tidak banyak turun ke lapangan ketika melanjutkan kariernya ke klub-klub Eropa lain. Sebut saja seperti Lechia Gdansk, FK Senica, hingga AS Trencin.
Witan Sulaeman diresmikan Persija (dok. Media Persija).
Berdasarkan statistik Transfermarkt, Witan hanya tampil lima kali bersama Radnik. Kemudian 12 kali bermain untuk FK Senica, serta 14 laga dibukukan sosok 21 tahun itu bersama AS Trencin.
Kendati jarang mendapat kesempatan bermain, Witan terhitung produktif. Sang pemain bisa mendulang total delapan gol, yang rinciannya masing-masing empat gol bersama FK Senica dan AS Trencin.
Nasib Bagus Kahfi
Minimnya menit bermain membuat Witan memutuskan kembali ke Indonesia. Dia berharap pengalamannya selama bertahun-tahun di klub Eropa, bisa berdampak positif bersama klub barunya.
Menilik fenomena itu, muncul pertanyaan perihal nasib pemain seletingan Witan yang bermain di Eropa. Nama yang dituju adalah Bagus Kahfi.
Bagus Kahfi diketahui hijrah ke Eropa dari Barito Putera pada 5 Februari 2021. Dia bergabung bersama FC Utrecht U-18.
Potret Bagus Kahfi (dok. FC Utrecht).
Pemuda 21 tahun itu pun menghabiskan lima bulan bersama Utrecht U-18. Dia pun dipromosikan ke tim U-21, meski tidak sekalipun tampil bersama klub junior asal Belanda tersebut.
Nasib Bagus Kahfi bersama Utrecht U-21 pun tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan masanya bersama skuad U-18. Selama semusim di sana, pemain kelahiran Magelang itu hanya dua kali membela Utrecht U-21.
Menit bermainnya pun begitu minim karena Bagus Kahfi masuk ke lapangan selalu menjadi pemain pengganti. Total hanya tujuh menit dia merasakan atmosfer Liga Divisi Dua Belanda tersebut.
Hijrah ke Asteras Tripoli
Minim kesempatan bermain membuat Bagus Kahfi hijrah ke Asteras Tripoli. Pemain yang berposisi sebagai penyerang itu terikat kontrak hingga 30 Juni 2023 bersama klub Liga Utama Yunani tersebut.
Sayangnya, Bagus Kahfi lagi-lagi tidak mendapat kepercayaan bersama klub barunya. Sampai saat ini dia belum sekalipun turun ke lapangan dengan seragam Asteras Tripoli.
Bagus Kahfi ketika membela Indonesia (dok. PSSI).
Bagus Kahfi kalah bersaing dengan nama-nama penyerang seperti Asier Benito, Jeronimo Barrales, hingga winger belia Nikolaos Zouglis.
Dengan kontraknya yang bakal habis pada ahir musim ini, plus minimnya kesempatan bermain, Bagus Kahfi disinyalir akan angkat kaki dari Asteras Tripoli.
Akankah Bagus Kahfi mengikuti jejak Witan Sulaeman dan Egy Maulana yang kembali bermain di Indonesia? Mari kita doakan yang terbaik untuk penyerang 21 tahun tersebut.