- Reuters
Como Menang Dramatis 2-1 di Kandang Cagliari, Cesc Fabregas: Ini Kemenangan Terbaik Kami!
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan kemenangan 2-1 timnya atas Cagliari di kandang lawan sebagai kemenangan yang paling memuaskan baginya sepanjang musim ini, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Fabregas, hasil tersebut terasa sangat spesial mengingat kondisi tim yang dilanda kelelahan setelah jadwal padat, termasuk pertandingan di ajang Coppa Italia.
Como memang tengah menjalani musim yang luar biasa. Baru dua musim lalu bermain di Serie B, kini klub berjuluk Lariani itu harus menghadapi jadwal padat dengan bermain setiap tiga hari di Serie A sambil tetap bersaing di semifinal Coppa Italia.
Sebelumnya, Como juga mampu menahan imbang Inter Milan tanpa gol pada Selasa malam. Momentum positif itu berlanjut saat mereka meraih kemenangan 2-1 atas Cagliari di Sardinia berkat gol dari Martin Baturina dan Lucas Da Cunha.
“Saya menyukai cara para pemain bereaksi hari ini, karena penampilan ini membuktikan kualitas tim ini. Mereka memiliki mentalitas hebat yang terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan,” kata Fabregas kepada DAZN Italia.
“Kami semua kelelahan hari ini. Ada begitu banyak pertandingan berturut-turut, kami sangat capek. Itulah mengapa ini adalah kemenangan yang paling saya banggakan musim ini. Ini benar-benar langkah maju yang besar bagi tim,” lanjutnya.
Pertandingan sendiri berjalan tidak mudah bagi Como. Tuan rumah sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan akrobatik Sebastiano Esposito. Namun Como akhirnya mampu mempertahankan keunggulan, salah satunya berkat penyelamatan gemilang kiper Jean Butez yang menepis tendangan Michel Adopo.
Fabregas pun memberikan pujian khusus kepada Butez yang dinilainya tampil luar biasa sejak bergabung dengan Como.
“Como berinvestasi pada pemain muda dan beberapa di antaranya, meskipun tidak mahal, adalah pemain kelas dunia,” ujar Fabregas.
“Sejak kedatangannya, Butez bekerja keras seperti binatang buas. Dia selalu ingin belajar lebih banyak, dan dia tahu segalanya bergantung pada seberapa besar keinginannya. Dia adalah pemimpin bukan hanya karena kualitasnya, tetapi juga di ruang ganti. Saya pikir dia siap untuk naik level ke tim nasional Prancis,” jelasnya.