- Facebook - Cremonese
Meski Catat 200 Laga di Serie A, Emil Audero Tetap Diejek Media Italia: Blunder
tvOnenews.com - Kiper Emil Audero baru saja mencatatkan pencapaian penting dalam karier profesionalnya di Italia.
Penjaga gawang yang kini membela US Cremonese itu resmi menembus 200 penampilan di kompetisi Serie A.
Tonggak tersebut diraih saat Cremonese menghadapi US Lecce dalam lanjutan Liga Italia musim 2025/2026.
Pertandingan berlangsung di Stadio Ettore Giardiniero – Via del Mare pada Minggu (8/3/2026).
Namun momen bersejarah tersebut tidak berakhir manis bagi Audero maupun timnya.
- Instagram @uscremonese
Cremonese harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kalah dengan skor 1-2.
Kekalahan tersebut juga membuat penampilan spesial sang kiper justru disorot oleh media lokal Italia.
Media Italia Calcio Cremonese menilai penampilan Audero dalam pertandingan tersebut tidak berjalan sempurna.
Mereka menyoroti kesalahan sang kiper dalam mengantisipasi situasi bola mati yang berujung pada gol lawan.
“Penampilan ke-200 Emil Audero di liga utama juga tidak berjalan mulus,” tulis Calcio Cremonese.
Insiden itu terjadi saat situasi sepak pojok.
Audero mencoba keluar dari area gawang untuk menghalau bola, tetapi justru gagal mengamankannya.
Situasi tersebut dimanfaatkan pemain Lecce, Santiago Pierotti, untuk mencetak gol pembuka.
“Kiper asal Cremona itu melakukan kesalahan saat keluar dari sepak pojok yang berujung pada gol Pierotti, yang memecah kebuntuan untuk Lecce. Itu adalah momen penting dalam pertandingan yang berkontribusi pada kekalahan tim Cremona tersebut,” tulis media tersebut.
Terlepas dari kritik tersebut, pencapaian 200 pertandingan tetap menjadi catatan penting dalam karier Audero.
Sepanjang perjalanan di Serie A, kiper berusia 29 tahun itu pernah memperkuat beberapa klub besar Italia.
Ia memulai debutnya di Serie A bersama Juventus pada musim 2016/2017.
Saat itu Audero hanya tampil sekali, tetapi laga tersebut menjadi awal perjalanan kariernya di kompetisi tertinggi Italia.
Setelah itu ia sempat menjalani masa peminjaman sebelum akhirnya berkembang pesat ketika memperkuat UC Sampdoria.
Bersama klub asal Genoa tersebut, Audero menjadi penjaga gawang utama selama beberapa musim dan mencatatkan sebagian besar penampilannya di Serie A.
- Instagram @emil_audero
Dalam perjalanan kariernya, ia juga sempat dikaitkan dengan klub-klub besar Italia seperti Inter Milan serta pernah masuk radar beberapa tim papan atas sebelum akhirnya melanjutkan karier bersama Cremonese.
Statistik sepanjang kariernya di Serie A juga cukup solid bagi seorang kiper yang berkarier di klub papan tengah.
Dari 200 pertandingan, Audero tercatat mengoleksi puluhan clean sheet serta ratusan penyelamatan penting yang membantu timnya dalam berbagai laga.
Pertandingan melawan Lecce juga menjadi momen spesial bagi pemain Cremonese lainnya, yakni Antonio Sanabria.
Striker asal Paraguay tersebut juga mencatatkan penampilan ke-200 dalam karier profesionalnya.
Namun, seperti Audero, momen tersebut juga tidak berjalan mulus. Sanabria baru dimainkan pada menit-menit akhir pertandingan dan terlibat dalam insiden kontroversial di masa tambahan waktu.
“Pertandingan tersebut terasa sangat pahit bagi Antonio Sanabria. Striker asal Paraguay itu masuk di menit-menit akhir pertandingan, dan menjadi protagonis dari insiden paling kontroversial dalam pertandingan tersebut. Di waktu tambahan, Sanabria dijatuhkan di area penalti oleh Gaby Jean, tetapi wasit Sozza tidak memberikan penalti,” tulis Calcio Cremonese.
Keputusan wasit tersebut memicu protes dari kubu Cremonese karena mereka merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti di penghujung pertandingan.
Meski mendapat kritik setelah laga tersebut, pencapaian 200 pertandingan di Serie A tetap menunjukkan kualitas dan konsistensi Emil Audero di level tertinggi sepak bola Italia.
Pengalaman panjang bermain di salah satu liga paling kompetitif di Eropa juga menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia.
Dengan jam terbang tinggi menghadapi klub-klub besar seperti AC Milan, Juventus, dan Inter Milan, Audero kini dianggap sebagai salah satu kiper Indonesia dengan pengalaman paling elite di Eropa.
Meskipun laga ke-200-nya tidak berjalan sempurna, perjalanan panjang Audero di Serie A tetap menjadi bukti bahwa ia mampu bertahan dan bersaing di kompetisi sepak bola kelas dunia.
(tsy)