news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tijjani Reijnders jadi Man of the Match dalam laga Neom SC vs Al Qadsiah di Liga Pro Saudi 2026/2027, Sabtu (22/8/2026)..
Sumber :
  • Instagram/fcqadsiah

Media Spanyol Ungkap Kisah di Balik Gagalnya Tijjani Reijnders ke Atletico Madrid, Hampir Satu Tim dengan Bintang Korea

Tijjani Reijnders ternyata sempat menunggu tawaran Atletico Madrid sebelum akhirnya memilih Al-Qadsiah. Media Spanyol mengungkap di balik transfer yang gagal.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:47 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.comTijjani Reijnders ternyata sempat berada dalam radar Atletico Madrid sebelum akhirnya memilih melanjutkan karier bersama Al-Qadsiah di Arab Saudi.

Berikut kisah di balik kegagalan transfer tersebut kini terungkap, termasuk alasan Atletico Madrid akhirnya mundur dari perburuan gelandang keturunan Indonesia tersebut.

Reijnders kini resmi menjadi bagian dari Al-Qadsiah dan telah tampil dalam dua pertandingan. Ia bahkan langsung membuka rekening gol untuk klub barunya saat menghadapi NEOM SC di King Khalid Sport Stadium, Selasa (25/8/2026).

Selebrasi Tijjani Reijnders bersama Manchester City dan Al Qadsiah
Sumber :
  • Instagram/tijjanireijnders

Dalam pertandingan tersebut, Reijnders mencetak gol pembuka pada menit ke-29. Gelandang asal Belanda itu melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti yang meluncur deras dan gagal dihentikan penjaga gawang lawan.

Gol tersebut menjadi catatan penting bagi Reijnders setelah memulai petualangan baru di kompetisi Arab Saudi.

Sempat Menunggu Tawaran Atletico Madrid

Di balik kepindahannya ke Al-Qadsiah, ternyata Atletico Madrid sempat menjadi tujuan yang sangat mungkin bagi Reijnders.

Media Spanyol AS mengungkap cerita tersebut dengan mengutip pernyataan Martin Reijnders, ayah sekaligus agen sang pemain, kepada media Belanda Algemeen Dagblad.

"Kami menunggu tawaran dari Atletico. Mereka menunjukkan minat yang besar, tetapi akhirnya mundur karena tidak dapat memenuhi tuntutan kami," ujar Martin.

Tijjani Reijnders sendiri sebelumnya berkembang menjadi salah satu gelandang top Eropa ketika memperkuat AZ Alkmaar dan AC Milan. Manchester City kemudian mendatangkannya pada musim lalu dengan biaya transfer sekitar 70 juta euro.

Namun, perjalanan Reijnders di Manchester City tidak berjalan sepenuhnya sesuai harapan. Ia disebut mengalami kesulitan beradaptasi dengan tekanan dan tempo tinggi Premier League sehingga secara bertahap kehilangan tempat di starting XI.

Setelah hanya menjalani satu musim bersama Manchester City, saudara kandang Eliano Reijnders itu akhirnya memutuskan mencari tantangan baru pada bursa transfer musim panas 2026.

Menariknya, sebelum meninggalkan Manchester City, Reijnders sempat mengunjungi Korea Selatan dalam rangkaian tur pramusim. Ia tampil dalam dua pertandingan di Seoul, termasuk ketika Manchester City menghadapi Atletico Madrid.

Reijnders bahkan sempat mencetak gol ketika menghadapi Atletico. Namun, pertandingan tersebut justru menjadi laga terakhirnya dengan seragam Manchester City.

Atletico Terkendala Harga Transfer

Menurut Martin Reijnders, Atletico Madrid memang terus berkomunikasi dengan Manchester City untuk mendapatkan sang gelandang.

Namun, negosiasi menemui jalan buntu karena Manchester City meminta biaya transfer sekitar 60 juta euro (sekitar Rp1,24 triliun).

Nilai tersebut dinilai terlalu berat bagi Atletico Madrid. Akibatnya, klub Spanyol tersebut akhirnya memutuskan mundur dari persaingan untuk mendapatkan Reijnders.

Padahal, pihak Reijnders sebelumnya masih berharap Atletico dapat merealisasikan ketertarikannya. Bahkan, perwakilan sang pemain sempat menolak tawaran awal dari Al-Qadsiah sebanyak dua kali karena Reijnders pada awalnya tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan karier di Timur Tengah.

Namun, situasi berubah setelah Atletico gagal mencapai kesepakatan dengan Manchester City.

Al-Qadsiah menjadi klub yang akhirnya bersedia memenuhi tuntutan harga yang ditetapkan Manchester City. Setelah mendapat pendekatan dan bujukan secara aktif, Reijnders akhirnya bersedia menerima tawaran tersebut dan kepindahan ke Arab Saudi pun terwujud.

Setelah gagal mendapatkan Reijnders, Atletico Madrid kemudian mengalihkan fokus mereka ke sejumlah pemain lain untuk memperkuat lini tengah dan sektor sayap.

Klub tersebut kemudian mendatangkan bintang Timnas Korea Selatan, Lee Kang-in, serta Morten Hjulmand dan Alejandro Grimaldo untuk memperkuat skuad.

Lee Kang-in menjadi salah satu pemain yang langsung mendapat sorotan. Pemain asal Korea Selatan itu bahkan dipercaya mengenakan nomor punggung 7 yang sebelumnya menjadi milik Antoine Griezmann.

Selebrasi Tijjani Reijnder usai cetak gol debut bersama Al Qadsiah saat melawan Neom SC di Liga Pro Saudi 2026/2027, Selasa (25/8/2026).
Sumber :
  • Instagram/tijjanireijnders

Ia juga mengawali musim dengan performa positif. Dalam dua pertandingan pertama musim ini, Lee Kang-in telah mencetak satu gol dan mulai menunjukkan perannya sebagai salah satu pemain penting Atletico Madrid.

Sementara itu, Reijnders yang sempat digadang-gadang akan dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia kini memilih fokus menjalani petualangan barunya bersama Al-Qadsiah. Gol perdananya di Arab Saudi menjadi awal yang menjanjikan setelah rencana kepindahannya ke Atletico Madrid gagal terealisasi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral