- Effendy Rois-tvOne
Semifinal dan Final Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan, Gibran: Pemkot Solo Dukung Penuh
tvOnenews.com - Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta mendukung penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan, Solo.
"Kami mendukung penuh, sama saat Solo akan dijadikan tuan rumah seperti Piala Dunia U-20 sebelumnya," kata Gibran di Solo, Senin.
Terkait pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang menyebut FIFA akan meninjau Stadion Manahan Solo sebagai tempat Piala Dunia U-17, Gibran membenarkan.
Dia menyatakan, Stadion Manahan Solo mulai Agustus nanti sudah tidak akan lagi digunakan untuk tempat konser.
Gibran menambahkan, Stadion Manahan Solo hanya akan digunakan untuk pertandingan sepak bola.
Acara musik di Stadion Manahan Solo terakhir adalah Dewa 19 pada 29 Juli mendatang. Namun, Persis Solo boleh menggunakan sebelum ada arahan dari PSSI.
Menurut dia, acara seremonial puncak peringatan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan, juga tidak diadakan di Stadion Manahan. Karena, pada September, Stadion Manahan Solo dipakai babak kualifikasi Piala Asia U-23.
Menurut Gibran, FIFA dulu pernah datang ke Solo untuk mengecek arena untuk Piala Dunia U-20 dan nanti kalau ada kekurangan akan diperbaiki.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta Rini Kusumandari mengatakan persiapan tempat pertandingan Stadion Manahan Solo untuk Piala Dunia U-17 nanti sudah dilakukan sejak rencana Piala Dunia U-20 lalu. Jadi masih dilanjutkan dan tahapan pengadaan fasilitas juga tetap dilakukan.
Dia mengatakan soal fasilitas stadion, pihaknya masih menunggu hasil inspeksi lagi dari FIFA. Kalau sebelumnya rekomendasi untuk Piala Dunia U-20 sudah dilakukan. "Untuk Piala Dunia U-17 belum tahu, menunggu inspeksi apakah ada penambahan atau tidak belum tahu," katanya.
Rini menjelaskan pemeliharaan Stadion Manahan Solo telah melibatkan sekitar 22 tenaga kerja kebersihan termasuk tenaga perawatan rumput. "Kami masih pemeliharaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jadi masih menggunakan konsultan penyedianya dari Kebijakan Rencana Program (KRP) Kemen PUPR," katanya.
"Nanti 2024 baru seluruhnya perawatan di Dispora Kota Surakarta, dan konsultannya akan dicari untuk penyedia rumput," katanya.