news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Meski Emil Audero Diidam-idamkan Shin Tae-yong, Erick Thohir Lebih Pilih Fokus Datangkan Kiper Keturunan Ini.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Tri Saputra - Instagram Erick Thohir - Youtube Bung Ropan

Meski Emil Audero Diidam-idamkan Shin Tae-yong, Erick Thohir Lebih Pilih Fokus Datangkan Kiper Keturunan Ini 

Di tengah kabar bergabungnya Emil Audero ke timnas Indonesia yang sejak lama dinanti-nantikan Shin Tae-yong, Erick Thohir lebih fokus datangkan kiper milik FC -
Minggu, 21 April 2024 - 18:27 WIB
Reporter:
Editor :

“Agar dia bisa cepat dia diambil sumpah dan Maarten Paes bisa bermain pada bulan Juni yang akan datang saat menjamu Irak dan Filipina,” tutur Bung Ropan.  

“Nah kalau pun Emil Audero mau mungkin masih bisa pada putaran ketiga karena prosesnya akan terus,” tambahnya.

Emil berkanan atau tidak bukan sebuah masalah yang besar apalagi kiper yang dimiliki timnas Indonesia saat ini yakni Ernando Ari dan Nadeo Argawinata juga dalam performa yang bagus.

Ernando yang namanya tengah bersinar juga terang-terangan mengaku siap belajar pada Maarten Paes apabila proses naturalisasinya telah rampung.

“Kalau membandingkan Paes dengan Emil memang kalah dalam hal market (nilai pasar). Tapi kalau untuk rutin bermain Paes adalah penjawang utama di Dalas FC,” terang Bung Ropan. 

Emil juga akan mengakhiri masa peminjamannya di Inter Milan pada musim panas bulan Juni yang akan datang. 

Di sisi lain Maarten Paes telah menunjukkan keseriusannya untuk bergabung ke timnas Indonesia. Salah satunya adalah dengan belajar Bahasa Indonesia dan menghafal lagu Indonesia Raya.

“Satu hal lagi yang berbeda, kalau Emil itu tidak mendapatkan dukungan dari ayahnya waktu ditawarkan tim nasional. Tapi Paes, keluarganya luar biasa mendukung,” terang Bung Ropan.

“Ketika dia datang ke Indonesia untuk mengurus semua dokumen administrasi itu keluarganya melepas dengan air mata menangis,” imbuh Bung Ropan. 

Niat dari seorang kesungguhan dari Martin Paes untuk menjadi warga negara Indonesia dan berbakti kepada leluhurnya membuatnya mendapat prioritas.

“Padahal dia punya paspor Belanda sebenarnya punya kesempatan juga untuk bermain di tim nasional Belanda. Walaupun dia bisa menjadi kiper ketiga tapi dia memilih untuk Indonesia,” ucap Bung Ropan.

Namun upaya naturalisasi Maarten Paes juga sempat terganjal karena salah satu ayat yang ada di regulasi di FIFA dimana seorang pemain bisa berpindah asosiasi ketika dia belum masuk ke 21 tahun. 

“Paes pernah memperkuat tim U21 Belanda di kualifikasi saat menghadapi Belarusia. Itu dia sudah berusia 22 tahun,” terang Bung Ropan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral