- tvOnenews-Julio Tri Saputro
Ernando Ari Mengaku Pernah Dimarahi Thom Haye, Kiper Timnas Indonesia Itu Sampai Bilang...
Jakarta, tvOnenews.com - Ernando Ari, kiper Timnas Indonesia, memiliki cerita menarik tentang pertemuan pertamanya dengan Thom Haye, pemain anyar di skuad Garuda.
Dalam sebuah wawancara, Ernando mengisahkan kesan awalnya ketika melihat Thom Haye saat sesi latihan tim sebelum pertandingan melawan Vietnam.
Yang membuat Ernando terkesan dan tertawa adalah penampilan Thom Haye yang menurutnya berbeda dari pemain lain.
"Saya pertama kali lihat dia (Thom Haye) pakai sepatu yang biasanya dipakai bapak-bapak," cerita Ernando sambil tertawa, dilansir dari YouTube Sport77.
Komentarnya ini menggambarkan betapa unik penampilan Thom di mata rekan setimnya.
Thom Haye, yang sebelumnya berkarier di beberapa klub Eropa seperti Willem II dan Heerenveen, telah menunjukkan kualitas sebagai gelandang kreatif dengan kemampuan umpan yang luar biasa.
Prestasinya di Eropa termasuk membawa Willem II ke final KNVB Cup serta beberapa kali membantu klub-klubnya bertahan di liga utama Belanda.
Setelah bergabung dengan Timnas Indonesia, Thom Haye langsung menjadi motor penggerak lini tengah, terutama dalam laga-laga penting di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ernando juga berbicara tentang gaya permainan Thom Haye yang menurutnya sangat berkualitas.
"Iya, kami memanggilnya 'Prof' karena dia memang kelihatan pintar di lapangan. Dari awal dia masih adaptasi dengan cuaca ya, napasnya masih terasa berat. Tapi kalau soal umpan-umpannya, itu nggak usah diragukan. Waktu lawan Vietnam, kelihatan banget kualitasnya," jelas Ernando.
Ernando juga membagikan pengalaman saat ia mendapat teguran dari Thom Haye selama pertandingan. Pada pertandingan tersebut, Ernando yang baru pulih dari cedera sempat merasa kurang nyaman saat harus membangun serangan dari belakang.
"Aku dimarahi sama dia. Woy, Nando, main build-up dong. Aku bilang maaf, aku baru sembuh juga," cerita Ernando sambil menirukan Thom Haye yang menyuruhnya untuk lebih aktif dalam permainan.
Tak berhenti di situ, Ernando melanjutkan, "Dia bilang lagi, 'Iya, main build-up, come on, aku capek.' Gitu katanya."
Meski terdengar serius, cerita Ernando disampaikan dengan nada yang penuh canda dan tawa, menggambarkan betapa santainya hubungan mereka di dalam tim.