- AFC
Kepada Influencer Belanda, Maarten Paes Ungkap Alasan Sebenarnya Bersedia Bela Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, berbicara jujur soal alasannya memilih Timnas Indonesia kepada salah seorang influencer Belanda.
Maarten Paes telah menjadi andalan untuk skuad Garuda sejak melakoni debutnya di laga kontra Arab Saudi pada September 2024 lalu.
Dia selalu menjadi starter pada setiap laga yang dilakoni oleh Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Terbaru, Paes membantu Timnas Indonesia meraih kemenangan bersejarah atas Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 19 November 2024 lalu.
Dia merupakan sosok yang cukup terkenal di Belanda sebelumnya, karena pernah bermain untuk Timnas Belanda U-21.
Namun, setelah tidak pernah diandalkan di tim senior, Paes pun memutuskan untuk membela negara kelahiran neneknya.
- instagram Maartenpaes
Sang nenek lahir di Kediri. Meskipun Paes tidak punya darah Indonesia secara langsung, dia diperbolehkan untuk berganti kewarganegaraan dan federasi karena statusnya sebagai blijvers.
Paes dan neneknya tetap punya keterikatan dengan Indonesia, dan dia bertujuan untuk memberikan kenangan manis kepada sang nenek ketika sekarat.
Beberapa waktu lalu, Paes berbicara kepada influencer Belanda, Noah Zeeuw, yang baru-baru ini diunggah di YouTube.
Kepada Zeeuw, Paes mengaku ingin membela Timnas Indonesia setelah mendengar neneknya sedang sekarat.
“Itu sudah berjalan selama beberapa tahun. Nenek saya lahir di sini, di Kediri dan pada akhir tahun lalu, saya menerima telepon dan nenek saya sekarat,” kata Paes kepada Zeeuw dalam video yang diunggah di kanal YouTube influencer Belanda tersebut.
- AFC
“Bagi saya, itu adalah momen yang sempurna untuk memberikannya kenangan spesial dan memberi tahu kepadanya bahwa saya akan bermain untuk Indonesia,” tandasnya.
Paes kini berkarier di FC Dallas, klub Amerika Serikat, dan dia mengaku bahwa itu bukanlah hal yang mudah untuk bergabung ke skuad Garuda pada setiap jeda internasional.
“Itu bukanlah hal yang mudah untuk terbang selama 24 jam setiap kali dari Amerika Serikat ke Indonesia,” tambahnya.