- KNVB
Sekalipun Dinaturalisasi, Ian Maatsen Tak Diizinkan FIFA untuk Bela Timnas Indonesia karena Hal Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Ian Maatsen tidak akan diizinkan oleh FIFA untuk membela Timnas Indonesia sekalipun sudah dinaturalisasi nantinya.
Skuad Garuda akan menjadi semakin kuat pada jeda internasional Maret 2025 ini, seiring dengan kehadiran empat amunisi baru.
Selain Ole Romeny yang proses naturalisasinya sudah diurus sejak jauh-jauh hari, ada pula Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James.
- Kolase tvOnenews.com
Ketiganya sudah dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk tersedia pada dua laga di bulan ini, menghadapi Australia dan Bahrain.
Setelah ini, apakah gelombang naturalisasi masih berlanjut? Memang, masih ada beberapa pemain keturunan Indonesia level elite alias Grade A yang berkarier di Eropa.
Salah satunya adalah Ian Maatsen, seorang bek kiri yang pernah memperkuat Chelsea dan Borussia Dortmund.
- Instagram - onsoranje
Kini, Maatsen memperkuat Aston Villa, salah satu tim yang rutin bersaing di papan atas Liga Inggris selama beberapa tahun terakhir.
Maatsen pun membantu Aston Villa mencapai babak perempat final Liga Champions pada musim ini.
Dia tampil apik dengan mencatatkan 35 penampilan di semua ajang selagi mencetak satu gol dan satu assist.
Pada jeda internasional Maret ini, nama Maatsen telah diabaikan oleh pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman.
Dia sejatinya sudah beberapa kali masuk skuad Belanda di level senior, namun hingga kini masih belum melaksanakan debutnya.
- ANTARA/AFP/Fassbender
Mungkinkah Maatsen masih eligible di mata FIFA? Kemungkinan besar tidak, sebab dia sudah berusia 23 tahun.
Maatsen dipanggil untuk membela Timnas Belanda U-21 pada jeda internasional Maret ini dalam persiapan menjelang Piala Eropa U-21 2025.
Sang bek kiri mungkin belum pernah bermain untuk tim senior Belanda, namun usianya saat membela tim U-21 Oranje terakhir kali adalah 22 tahun.
Itu terjadi saat Belanda U-21 menghadapi Georgia U-21 pada bulan September 2024 lalu. Maatsen sudah berusia 22 tahun pada saat itu.
Sebagai pengingat, aturan FIFA tidak mengizinkan seorang pemain untuk berpindah federasi jika laga terakhir yang dimainkan olehnya digelar ketika melebihi usia 21 tahun.