- AFC
Pantas Saja Kalah, Media China Sudah Peringatkan Keras Branko Ivankovic soal Strategi yang Dipakai Sebelum Lawan Timnas Indonesia: Usang..
tvOnenews.com - Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert berhasil menang atas China pada matchday ke-9 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), skuad Garuda unggul dengan skor 1-0 berkat penalti Ole Romeny pada menit ke-54.
Gol semata wayang Indonesia itu tercipta pada babak pertama berawal dari aksi individual Ricky Kambuaya yang kemudian dijatuhkan oleh pemain China di kotak terlarang.
Setelah melihat VAR, wasit menunjuk titik putih dan Ole Romeny sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Timnas Indonesia unggul.
Pemilihan starting line up dari Patrick Kluivert dan asisten pelatihnya (Alex Pastoor dan Denny Landzaat) terbilang tepat dan banyak dipuji, karena memainkan Ricky Kambuaya dan juga mempertahankan trio bek tangguh Garuda yakni Jay Idzes, Rizky Ridho dan Justin Hubner.
Atas hasil tiga poin penting ini, Timnas Indonesia berhasil merebut tiket ke putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sementara China dan Bahrain dikonfirmasi sudah gugur lebih awal dan harapannya pupus untuk ke Piala Dunia 2026.
- Tim tvOne/Taufik Hidayat
Skuad Garuda kini menempati peringkat keempat dengan mengoleksi 12 poin, dan tinggal satu pertandingan lagi melawan Jepang.
Strategi China Dikritik Keras Dibilang sudah Usang
Sebelum pertandingan Timnas Indonesia vs China, media Tiongkok itu sudah mengkritik keras strategi kolot yang digunakan oleh Branko Ivankovic.
Pelatih asal Kroasia itu disebut tidak mengubah formasi bahkan setelah tiga kekalahan beruntun dari tim Dragons di awal babak 18 besar.
"Hanya melakukan beberapa penyesuain kecil dan pengoptimalan pada formasi 4-4-2," tulis k.sina
Di samping itu, pada leg pertama, anak asuh Branko Ivankovic dinilai terlambat adaptasi, di mana hal itu bisa menjadi masalah besar dalam laga tandang mereka.
Bukan tanpa alasan, China melawan Timnas Indonesia di Stadion GBK, yang dikenal punya aura cukup untuk bikin jatuh mental para pemain lawan.
Hal itu bisa terlihat ketika skuad Garuda mengalahkan Bahrain 1-0 lewat gol Ole Romeny, tampak pemain Bahrain tak berkutik.
- tvOnenews-Taufik Hidayat
Lebih lanjut, media China menganalisis hal yang menjadi masalah terbesar Branko Ivankovic pada saat jelang melawan Timnas Indonesia.
Dalam rentang waktu 9 hari persiapan, pelatih asal Kroasia itu menggunakan waktunya untuk menentukan sistem teknik dan taktik tim.
Dalam hal ini, ia mendapat banyak kritikan atas sistem gelandang 4-4-2 diamond miliknya.
"Branko Ivankovic sendiri tidak berniat mengubah sistem itu dalam pertarungan hidup dan mati. Oleh karena itu, dalam pertandingan melawan Indonesia, timnas China tetap akan menggunakan sistem gelandang 4-4-2 diamond," dilansir dari sohu
Media China sampai membandingkan strategi yang diterapkan oleh Ivankovic dengan Shenhua Slutsky, pelatih asal Rusia yang sukses di China Super League.
Ia membawa Shanghai Shenhua menjadi juara China Super League selama dua musim beruntun.
"Dibandingkan dengan sistem gelandang milik pelatih Shenhua Slutsky, penggunaan dua pemain nomor 8 oleh Ivan lebih banyak berubah," analisis media China.
"Penggunaan dua pemain pertama gelandang bertahan tunggal oleh Slutsky adalah pemain tengah murni seperti Wu Xi, Gao Tianyi dan Xu Haoyang," sambungnya.
Sementara Ivankovic telah menggunakan fernando, Behram Abdulweli, Fernandinho, Cao Yongjing, Lin Liangming dan pemain lain yang lebih terbiasa bermain di sayap pada posisi ini sejak babak 36 besar.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Oleh karena itu, salah satu masalah besar Branko Ivankovic adalah kombinasi lini tengah dan bagaimana mengkombinasikannya.
Terutama saat Xie Wenneng dan Lin Liangming diskors.
Mengenai dua pemain depan, pelatih China akan memasang Zhang Yuning dan wonderkid Wang Yudong.
"Menggabungkan tuntutan sistem teknik dan taktik Ivan untuk central midfielder dan kondisi Wang Yudong saat ini, kombinasi Zhang Yuning dan Wang Yudong, yang tinggi dan cepat, adalah jawaban untuk pertandingan melawan Indonesia," isi analisis soal penerapan strategi China. (ind)