- tvOnenews-Taufik Hidayat
Setelah 9 Bulan Temani Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, Alex Pastoor Akhirnya Berani Jujur soal Satu Hal
Jakarta, tvOnenews.com - Asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, berani jujur tentang satu hal kepada media Belanda. Dia telah menemani Patrick Kluivert selama sembilan bulan terakhir.
Pastoor ditunjuk untuk menemani Kluivert di skuad Garuda pada Januari 2025 lalu. Keputusan itu diambil seiring dengan pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI.
Target yang diberikan oleh PSSI kepada Kluivert dan kolega adalah lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Hingga hari ini, target tersebut masih memungkinkan.
- X @timnasindonesia
Timnas Indonesia akan berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ada dua lawan yang akan dihadapi pada Oktober mendatang, yaitu Arab Saudi dan Irak.
Ada beberapa hal yang bisa membuat skuad Garuda percaya diri menghadapi dua laga ini. Namun, ada juga hal-hal yang bisa membuat Timnas Indonesia merugi menjelang laga.
Di balik sisi positif dan negatifnya tersebut, Pastoor mengaku berbahagia menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia. Hal ini disampaikan olehnya kepada media Belanda, Voetbal Primeur.
Menurutnya, menangani Timnas Indonesia bersama dengan Kluivert menghadirkan sebuah tantangan tersendiri dari sudut pandang keolahragaan. Dia pun menikmati keputusan yang diambil olehnya pada awal tahun ini.
- Instagram @alex.pastoor
“Fantastis. Dalam segala cara. Itu adalah tantangan fantastis dari sudut pandang keolahragaan, sesuatu yang belum terbiasa saya hadapi sama sekali. Kami punya staf yang fantastis dengan potensi luar biasa,” kata Pastoor soal tim kepelatihan Timnas Indonesia kepada Voetbal Primeur.
Pastoor menjadi asisten Patrick Kluivert bersama dua pelatih asal Belanda lainnya. Mereka adalah Denny Landzaat dan Gerald Vanenburg.
Selain itu, ada banyak orang Belanda lainnya yang menjabat di berbagai posisi strategis di Timnas Indonesia. Itu termasuk Simon Tahamata selaku kepala pemandu bakat dan Jordy Cruyff selaku penasihat teknis.
Pastoor mengaku melatih Timnas Indonesia memberikan keuntungan kultural yang luar biasa. Sebab, dia tidak pernah melalui hal ini dalam hidupnya.
“Saya memasuki budaya yang sepenuhnya berbeda. Saya mengunjungi negara-negara yang sebelumnya belum pernah saya kunjungi dan tidak akan pernah kunjungi juga,” tandas Pastoor. (rda)