- instagram FAM Malaysia
Skandal Naturalisasi Malaysia Membesar, Media Inggris Tiba-tiba Singgung Timnas Indonesia, Ada Apa?
tvOnenews.com - Media Inggris ikut menyinggung nama Timnas Indonesia ketika membahas skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia yang sedang menjadi sorotan besar.
Kasus ini mengguncang dunia sepak bola karena tujuh pemain Malaysia dijatuhi sanksi FIFA akibat proses naturalisasi yang bermasalah.
Para pemain yang terseret kasus tersebut adalah Jon Irazabal, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Gabriel Felipe Arrocha, Joao Figueiredo, dan Hector Hevel. Mereka dijatuhi hukuman larangan bermain selama 12 bulan dan denda, akibat kesalahan yang bahkan diakui langsung oleh FAM.
Sanksi tersebut membuat masa depan ketujuh pemain itu tidak menentu. Beberapa klub langsung memutus kontrak para pemain yang terlibat sehingga mereka menjadi pihak yang dirugikan.
Masalah ini berawal dari klaim bahwa para pemain tersebut memiliki garis keturunan Malaysia. Namun setelah menerima laporan, FIFA melakukan penyelidikan.
Hasilnya, badan sepak bola dunia itu menemukan bahwa para pemain tersebut sama sekali tidak memiliki darah Malaysia, melainkan berasal dari Argentina, Brasil, Spanyol, dan Belanda.
FIFA pun menjatuhkan sanksi tegas, sementara FAM mengakui adanya kesalahan teknis dalam penyerahan dokumen. FAM kini membentuk investigasi independen untuk menelusuri penyebab terjadinya kelalaian tersebut.
- Instagram/Joao Figueredo
Situasi kian memanas karena bukan hanya satu atau dua pemain yang bermasalah, melainkan tujuh pemain naturalisasi, dan mereka bahkan sudah tampil dalam pertandingan internasional.
Di tengah ramainya skandal ini, salah satu media Inggris mengulas lebih detail apa yang sebenarnya terjadi. Media tersebut juga menyoroti proyek naturalisasi di skuad timnas Indonesia.
Dalam laporannya, media Inggris itu menyebut bahwa Timnas Indonesia saat ini menjadi kekuatan terbesar di Asia Tenggara berkat keberhasilan naturalisasi pemain.
"Timnas Indonesia telah menjadi timnas terkuat di Asia Tenggara," tulis The Guardian, dikutip tvOnenews.com.
Media tersebut menilai kemajuan pesat Timnas Indonesia melalui program naturalisasi turut memengaruhi keputusan Malaysia untuk meniru langkah serupa.
"Dan perkembangan pesat mereka tak dapat disangkal turut membentuk pola pikir Malaysia," tulis The Guardian.
Namun, berbeda dengan Indonesia yang menjalankan proses naturalisasi sesuai aturan, proyek naturalisasi Malaysia justru dilakukan dengan cara yang melanggar regulasi.
"Pada bulan September, FIFA menuduh Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) memalsukan dokumen 7 pemain dari Brasil, Argentina, Spanyol, dan Belanda untuk mengklaim bahwa mereka memiliki kakek-nenek yang lahir di negara tersebut," tulis The Guardian.
Skandal ini berdampak panjang dan bahkan memengaruhi karier para pemain di klub masing-masing.
Sementara itu, naturalisasi pemain di Timnas Indonesia bukanlah hal baru. Sepanjang menjalankan proses tersebut, Indonesia selalu mengikuti aturan yang berlaku serta memastikan prosesnya dilakukan secara terbuka agar asal-usul pemain dapat diketahui publik.
Kehadiran pemain naturalisasi dianggap menjadi salah satu faktor yang membantu Timnas Indonesia meningkatkan kualitasnya dalam waktu singkat.
Banyak pemain naturalisasi di Timnas Indonesia memiliki pengalaman panjang di Eropa sehingga kualitas mereka tidak diragukan. Selain itu, mereka juga dikenal memiliki rasa nasionalisme yang tinggi meskipun tidak lahir dan besar di Indonesia.