- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
Terpopuler Timnas Indonesia: Malaysia Singgung Naturalisasi Garuda, Skuad Indra Sjafri Diakui Jadi Ancaman Serius di SEA Games 2025
Menurutnya, naturalisasi di Asia Tenggara kini memang menjadi fenomena besar. Dimulai dari Singapura, kemudian disusul Indonesia dan Vietnam.
Hasil positif pun mulai terlihat, seperti Vietnam yang menjadi juara Piala AFF 2024 dan Indonesia yang menorehkan prestasi di Piala Asia hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun Malaysia memilih jalur cepat dengan menaturalisasi pemain Amerika Latin yang disebut memiliki garis keturunan Melayu, dan hal tersebut justru memicu masalah besar.
Zulakbal mengatakan dengan nada kecewa: "Kami ingin solusi cepat, mengambil jalan pintas, dan akhirnya membuat kesalahan."
Ia bahkan memberikan pujian kepada Indonesia: "Naturalisasi bukan masalah jika dilakukan dengan benar; Indonesia juga melakukannya dan berhasil."
Situasi ini membuat Malaysia berada dalam posisi sulit, sementara Indonesia justru dianggap sebagai contoh bagaimana strategi pemain keturunan seharusnya dijalankan.
Baca selengkapnya: 2. Program Naturalisasinya Dijegal FIFA, Pengamat Malaysia Sebut-sebut Nama Timnas Indonesia: Kita Terlalu Terburu-buru
3. Media Amerika Bongkar Penyebab Indonesia Belum Pernah Lolos ke Piala Dunia
Piala Dunia 2026 bakal menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah dengan total 48 peserta.
Format baru ini idealnya memberikan peluang lebih besar kepada negara berpopulasi besar untuk lolos. Namun kenyataannya justru berbeda.
Salah satu sorotan utama media Amerika Serikat, The Athletic, adalah Indonesia negara dengan populasi besar dan basis fanatik sepak bola yang luar biasa, tetapi belum pernah tampil di Piala Dunia sejak merdeka.
The Athletic menuliskan: "Sepak bola adalah olahraga terpopuler di Indonesia, namun penampilan mereka di Piala Dunia hanya tercatat satu kali pada tahun 1938 saat masih dikenal sebagai Hindia Belanda."
Mereka menjelaskan bahwa masalah utama Indonesia terletak pada pembinaan jangka panjang.
Infrastruktur yang tidak merata, fasilitas pengembangan usia dini yang minim, hingga penyusunan sistem pembinaan yang tidak stabil membuat talenta Indonesia sulit berkembang hingga level elite.
Baca selengkapnya: Timnas Indonesia Belum Pernah Lolos Piala Dunia Sejak Merdeka, Media Amerika Ungkap Alasannya
(far/han/tsy/asl)