- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
Terpopuler Timnas Indonesia: Malaysia Singgung Naturalisasi Garuda, Skuad Indra Sjafri Diakui Jadi Ancaman Serius di SEA Games 2025
tvOnenews.com - Gelombang pemberitaan tentang Timnas Indonesia kembali memanas.
Mulai dari Timnas Indonesia U-22 disebut jadi ancaman serius di SEA Games 2025 oleh Media Vietnam, lalu Malaysia justru menilai Indonesia sebagai contoh sukses dalam program naturalisasi, hingga media Amerika bongkar penyebab Indonesia belum pernah tampil di Piala Dunia.
Tiga cerita panas ini menjadi pusat perhatian dan menegaskan bahwa sepak bola Indonesia kini berada pada sorotan dunia. Baca selengkapnya!
- PSSI
1. Media Vietnam Mulai Waspada: Timnas Indonesia U-22 Disebut Ancaman Serius di SEA Games 2025
Media Vietnam menempatkan sorotan tajam pada perkembangan Timnas Indonesia U-22 jelang SEA Games 2025.
Mereka menilai performa pasukan Indra Sjafri menunjukkan tanda-tanda bahaya bagi rival-rivalnya.
Vietnam sendiri sedang mengumpulkan kekuatan melalui serangkaian uji coba menghadapi China, Korea Selatan, hingga Uzbekistan.
Di sisi lain, Indonesia juga melakukan persiapan intensif, termasuk dua laga uji coba melawan India dan dua pertemuan kontra Mali.
Yang membuat publik Vietnam kaget adalah hasil pertandingan kedua melawan Mali.
Meski kalah di pertemuan pertama, Timnas Indonesia U-22 mampu bangkit dan menahan imbang wakil Afrika tersebut di laga selanjutnya.
Soha langsung menyorot hasil impresif itu. Media Vietnam itu juga menyoroti peran empat pemain naturalisasi yang membuat Indonesia tampil percaya diri saat menghadapi Mali.
Soha menekankan: "Menunjukkan kekuatan yang luar biasa dan akan menantang lawan-lawan seperti Vietnam dan Thailand di SEA Games 33."
Baca selengkapnya: 1. Media Vietnam Akui Timnas Indonesia U22 Jadi Ancaman Besar dalam SEA Games 2025: Kekuatan yang Luar Biasa
2. Pengamat Malaysia Singgung Timnas Indonesia Usai Program Naturalisasi Mereka Disorot FIFA
- PSSI
Situasi pelik tengah menimpa sepak bola Malaysia. Program naturalisasi mereka dipermasalahkan FIFA karena dianggap tidak memenuhi ketentuan, membuat FAM terancam hukuman berat di level internasional.
Ironisnya, di balik kekacauan tersebut, seorang pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abdul Karim, justru menilai bahwa Malaysia seharusnya meniru apa yang dilakukan Indonesia.
Menurutnya, naturalisasi di Asia Tenggara kini memang menjadi fenomena besar. Dimulai dari Singapura, kemudian disusul Indonesia dan Vietnam.
Hasil positif pun mulai terlihat, seperti Vietnam yang menjadi juara Piala AFF 2024 dan Indonesia yang menorehkan prestasi di Piala Asia hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun Malaysia memilih jalur cepat dengan menaturalisasi pemain Amerika Latin yang disebut memiliki garis keturunan Melayu, dan hal tersebut justru memicu masalah besar.
Zulakbal mengatakan dengan nada kecewa: "Kami ingin solusi cepat, mengambil jalan pintas, dan akhirnya membuat kesalahan."
Ia bahkan memberikan pujian kepada Indonesia: "Naturalisasi bukan masalah jika dilakukan dengan benar; Indonesia juga melakukannya dan berhasil."
Situasi ini membuat Malaysia berada dalam posisi sulit, sementara Indonesia justru dianggap sebagai contoh bagaimana strategi pemain keturunan seharusnya dijalankan.
Baca selengkapnya: 2. Program Naturalisasinya Dijegal FIFA, Pengamat Malaysia Sebut-sebut Nama Timnas Indonesia: Kita Terlalu Terburu-buru
3. Media Amerika Bongkar Penyebab Indonesia Belum Pernah Lolos ke Piala Dunia
Piala Dunia 2026 bakal menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah dengan total 48 peserta.
Format baru ini idealnya memberikan peluang lebih besar kepada negara berpopulasi besar untuk lolos. Namun kenyataannya justru berbeda.
Salah satu sorotan utama media Amerika Serikat, The Athletic, adalah Indonesia negara dengan populasi besar dan basis fanatik sepak bola yang luar biasa, tetapi belum pernah tampil di Piala Dunia sejak merdeka.
The Athletic menuliskan: "Sepak bola adalah olahraga terpopuler di Indonesia, namun penampilan mereka di Piala Dunia hanya tercatat satu kali pada tahun 1938 saat masih dikenal sebagai Hindia Belanda."
Mereka menjelaskan bahwa masalah utama Indonesia terletak pada pembinaan jangka panjang.
Infrastruktur yang tidak merata, fasilitas pengembangan usia dini yang minim, hingga penyusunan sistem pembinaan yang tidak stabil membuat talenta Indonesia sulit berkembang hingga level elite.
Baca selengkapnya: Timnas Indonesia Belum Pernah Lolos Piala Dunia Sejak Merdeka, Media Amerika Ungkap Alasannya
(far/han/tsy/asl)