news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jay Idzes saat bela Timnas Indonesia.
Sumber :
  • Instagram/jayidzes

Gagal ke Piala Dunia, Timnas Indonesia Tetap Dapat Pujian Tinggi dari Media Inggris: Tim Terkuat di Asia Tenggara

Tren naturalisasi yang tengah menguat di kawasan Asia, termasuk Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan media internasional. Meski gagal ke Piala Dunia...
Minggu, 23 November 2025 - 21:50 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tren naturalisasi yang tengah menguat di kawasan Asia, termasuk Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan media internasional.

Dalam laporan terbarunya, The Guardian dari Inggris memberikan perhatian khusus pada bagaimana dinamika tersebut berkembang, termasuk pada transformasi yang terjadi di tubuh skuad Garuda.

The Guardian memulai ulasannya dengan menegaskan bahwa peningkatan peluang lolos ke Piala Dunia telah memicu persaingan baru antarnegara Asia untuk memperkuat tim nasional.

Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • PSSI

 

Media itu menjelaskan bahwa perubahan format turnamen serta bertambahnya jumlah peserta membuat banyak negara mengambil langkah strategis melalui pemain kelahiran luar negeri.

Menurut mereka, proses naturalisasi bukanlah hal baru, tetapi kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistematis.

Media Inggris tersebut juga mengingatkan bahwa ada negara yang sudah lebih dulu memaksimalkan strategi ini.

"Merekrut talenta asing tentu saja bukan hal baru. Qatar menjadi sangat sukses di tahun 2000-an, bahkan FIFA memperketat aturan kelayakan. Kini, pemain harus memiliki hubungan keluarga atau telah bermain di liga domestik masing-masing selama lima tahun," jelas The Guardian.

Dalam bagian lain laporannya, The Guardian memberikan fokus khusus kepada Indonesia, yang disebut sebagai salah satu negara dengan perkembangan paling cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Patrick Kluivert & Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram/@patrickkluivert9

 

Dalam analisis tersebut, media Inggris itu menyebut bahwa Timnas Indonesia berada dalam posisi terbaik untuk mendekati Piala Dunia dalam sejarah modern mereka.

“Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia dibandingkan periode mana pun sejak 1938, dengan mencapai babak 12 besar,” tulis The Guardian.

The Guardian menilai bahwa PSSI memainkan peran penting dalam percepatan perkembangan ini, terutama melalui hubungan diplomasi yang berkaitan dengan sejarah Indonesia dan Belanda.

"Kemajuan ini sebagian besar berkat Persatuan Sepak Bola Indonesia yang memanfaatkan hubungan dengan Belanda, bekas penjajah. Hampir sebulan dalam satu atau dua tahun terakhir, pemain kelahiran Belanda dengan kakek-nenek Indonesia selalu pergi ke kedutaan terdekat untuk mendapatkan paspor," kata media itu.

Jay Idzes saat bela Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram/jayidzes

 

Transformasi gaya bermain Timnas Indonesia juga disebut terjadi berkat masuknya gelombang pemain diaspora yang konsisten.

The Guardian mencatat bagaimana komposisi skuad Garuda kadang didominasi oleh pemain yang lahir di Eropa.

"Terkadang, terdapat delapan atau sembilan pemain kelahiran Eropa dalam susunan pemain inti Indonesia, yang mengubah karakter tim hingga akhirnya Patrick Kluivert ditunjuk menjadi pelatih pada bulan Januari," lanjut The Guardian.

Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Kevin Diks.

Ragnar Oratmangoen dan Kevin Diks selebrasi cetak gol Timnas Indonesia ke gawang Arab Saudi
Sumber :
  • X @timnasindonesia

 

Pemain keturunan Indonesia tersebut mencetak sejarah saat menjadi pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di Bundesliga bersama Borussia Mönchengladbach, dan kontribusinya untuk Timnas Indonesia mendapat pengakuan khusus dalam laporan itu.

Pada bagian penutup, The Guardian menilai bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya berdampak bagi internal tim, tetapi juga mengubah cara negara lain di kawasan memandang kekuatan sepak bola Asia Tenggara saat ini.

"Indonesia telah menjadi tim nasional terkuat di Asia Tenggara, dan perkembangan pesat mereka tak dapat disangkal turut membentuk pola pikir Malaysia," tutup The Guardian. (asl)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral