- Instagram/ivarjnr
Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: Filipina Turun dengan Pemain-pemain Oldschool, Indonesia Andalkan Regenerasi
tvOnenews.com - Gelaran sepak bola SEA Games 2025 kembali memantik atensi publik, terutama setelah jadwal pertandingan Timnas Indonesia U-22 dirilis.
Skuad Garuda Muda dipastikan membuka perjalanan mereka melawan Filipina, sebuah laga yang kerap menghadirkan cerita menarik dari edisi-edisi sebelumnya.
Pertandingan perdana ini akan berlangsung pada Senin (8/12) dan menjadi titik awal perjuangan Indonesia mengulangi sukses dua tahun lalu ketika emas berhasil diraih.
Dengan format usia maksimal 22 tahun, duel pembuka ini diharapkan menjadi momentum bagi pasukan Indra Sjafri untuk unjuk taring sejak menit pertama.
Pertemuan Indonesia dan Filipina di fase awal bukan sekadar agenda kompetisi, melainkan kelanjutan dari rivalitas yang sudah terbangun dalam empat tahun terakhir.
Dari SEA Games 2021 hingga 2023, kedua negara saling berhadapan dengan intensitas berbeda, namun selalu menghadirkan kesan mendalam.
Kini, memasuki SEA Games 2025 di Thailand, tensi pertandingan kembali meningkat karena Filipina membawa skuat dengan sentuhan “pengalaman”, sementara Indonesia mengandalkan regenerasi penuh.
Laga ini pun menjadi panggung yang tepat untuk menguji sejauh mana persiapan kedua negara setelah melalui perjalanan panjang di ajang regional.
Filipina Turun dengan Pemain 'Tua', Indonesia Andalkan Regenerasi
Filipina mengambil langkah berani dengan memanggil dua nama yang merupakan alumni SEA Games 2021: Sandro Reyes dan Jaime Rosquillo. Keduanya menjadi figur vital yang diharapkan bisa memberi stabilitas bagi The Azkals Muda.
Pelatih Michael Martinez Alvarez percaya pengalaman empat tahun lalu adalah modal yang tidak bisa dianggap remeh.
Apalagi, Rosquillo pernah merasakan langsung bagaimana Timnas Indonesia membungkam Filipina dengan skor telak 4-0 pada edisi 2021. Sementara itu, Reyes yang kala itu tidak turun—hanya duduk di bangku cadangan—kali ini diproyeksikan tampil sejak awal sebagai pemain senior.
Meski disebut ‘alumni’, kedua pemain tersebut tetap memenuhi batasan usia yang ditetapkan panitia SEA Games.
Reyes lahir pada 29 Maret 2003, sedangkan Rosquillo pada 10 Maret 2003, yang berarti keduanya masih cukup muda untuk berlaga di kategori U-22.
Selain dua nama itu, Filipina juga mendaftarkan lima pemain yang berlaga pada SEA Games 2023: Noah Leddel, Santiago Rublico, Gavin Muens, John Lucero, dan Andres Aldeguer.
Nama-nama ini bukan wajah asing bagi Indonesia, karena sebagian dari mereka ikut menelan kekalahan 3-0 dari Tim Merah Putih dua tahun lalu.
Timnas Indonesia: Era Baru, Dua Alumni 2023 Masih Jadi Andalan
Kondisi berbeda terlihat pada Timnas Indonesia U-22. Pelatih Indra Sjafri kini tidak lagi memiliki pemain yang tampil pada SEA Games 2021.
Regenerasi berjalan total, dengan hanya Ananda Raehan dan Muhammad Ferarri yang merupakan bagian dari skuat emas SEA Games 2023. Keduanya kini kembali mengisi daftar pemain, membawa pengalaman penting dalam menghadapi atmosfir laga berskala besar.
Bagi Indra Sjafri, laga melawan Filipina menghadirkan sensasi deja vu. Dua tahun lalu di Kamboja, Indonesia membuka perjalanan dengan kemenangan 3-0 atas Filipina, sebuah hasil penting yang kemudian mengantarkan Garuda Muda meraih emas.
Gol-gol saat itu dicetak oleh Marselino Ferdinan, yang menjadi pembuka kebuntuan di akhir babak pertama, disusul oleh penalti Rizky Ridho yang sempat ditepis sebelum pada akhirnya Irfan Jauhari dan Fajar Faturrachman memastikan kemenangan lewat gol-gol telat di penghujung pertandingan.
Rivalitas Indonesia–Filipina: Empat Tahun Ketegangan, Empat Tahun Dominasi Garuda
Jika menilik ke belakang, duel Indonesia vs Filipina dalam tiga edisi SEA Games terakhir punya pola yang unik: Filipina selalu datang dengan ambisi, namun Indonesia yang selalu keluar sebagai pemenang meyakinkan. Pada 2021, Garuda Muda menghajar Filipina 4-0.
Dua tahun kemudian, Indonesia kembali menang dengan skor 3-0. Dari total tujuh gol yang bersarang ke gawang Filipina dalam dua edisi tersebut, sebagian besar terjadi pada menit-menit akhir—pertanda bahwa intensitas duel ini selalu tinggi hingga peluit panjang.
Kini, edisi 2025 menjadi kelanjutan dari catatan rivalitas tersebut. Indonesia menghadapi pertandingan pembuka, sementara Filipina telah lebih dahulu melakoni laga melawan Myanmar pada Jumat (5/12).
Dengan komposisi pemain berpengalaman yang dibawa Filipina dan regenerasi tajam ala Indra Sjafri, bentrokan ini berpotensi menjadi salah satu laga paling panas di fase grup. (udn)