news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Sumber :
  • Canadian Premier League

Segera Diperkenalkan, Pengamat Ungkap Persamaan Gaya John Herdman dengan Mantan Pelatih Real Madrid

Segera diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, Bung Binder menilai sosok John Herdman memiliki karakter psywar dan disiplin tinggi yang cocok.
Minggu, 28 Desember 2025 - 19:15 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - John Herdman diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada 5, 6, atau 7 Januari 2026. Pelatih berusia 50 tahun tersebut disebut akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun, dengan opsi perpanjangan selama dua tahun berikutnya.

John Herdman, yang pernah mengukir prestasi dengan membawa Timnas Putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, dijadwalkan mulai menangani skuad Garuda pada tahun 2026.

Menanggapi rencana penunjukan tersebut, pengamat sepak bola Binder Singh, yang akrab disapa Bung Binder, turut memberikan pandangannya terkait karakter dan gaya kepelatihan John Herdman.

Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • Major League Soccer

Menurut Binder Singh, Herdman dikenal memiliki karakter unik dengan kebiasaan melakukan psywar atau perang psikologis jelang pertandingan. Pendekatan ini dinilai bertujuan untuk meruntuhkan mental lawan bahkan sebelum laga dimulai.

“Dia (John Herdman) biasa psywar juga nih sebelum pertandingan. Nah ini menarik juga nanti bagi kita ada bumbu-bumbu juga kan. Dia sering psywar juga mirip-mirip Jose Mourinho lah,” ujar Binder Singh, dikutip dari kanal YouTube Bola Bung Binder.

Dalam konteks sepak bola modern, psywar memang bukan hal baru. Jose Mourinho, mantan pelatih Real Madrid hingga Chelsea itu selama ini dikenal piawai memainkan narasi melalui media, baik lewat konferensi pers maupun pernyataan kontroversial yang kerap menyasar wasit, lawan, hingga federasi. Strategi tersebut digunakan untuk mengalihkan tekanan dari timnya sekaligus menanamkan keraguan pada pihak lawan.

Herdman, meski berkiprah di lingkungan sepak bola yang berbeda, dinilai memiliki naluri serupa. Ia kerap memanfaatkan momen pra-pertandingan untuk meningkatkan kepercayaan diri timnya sekaligus mengganggu konsentrasi lawan.

Jika Mourinho identik dengan pendekatan pragmatis yang mengedepankan hasil, pertahanan solid, dan efisiensi permainan, Herdman justru dikenal lebih progresif.

Saat menangani tim nasional sebelumnya, ia menekankan permainan dengan transisi cepat, intensitas tinggi, serta kekompakan kolektif.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kemiripan antara Herdman dan Mourinho lebih terletak pada aspek manajerial dan pengelolaan mental, bukan pada skema taktik semata.

Mourinho membangun tim dengan struktur ketat dan kontrol ruang, sementara Herdman lebih fleksibel dalam menyesuaikan strategi dengan karakter pemain yang dimilikinya.

Dalam konteks Timnas Indonesia, pendekatan Herdman dinilai cukup relevan. Skuad Merah Putih dikenal memiliki energi, kecepatan, dan determinasi, namun masih membutuhkan penguatan dalam hal disiplin serta manajemen tekanan, terutama pada laga-laga besar.

Selain soal psywar, Binder Singh juga menyoroti sisi kedisiplinan Herdman, khususnya dalam proses pemilihan pemain. Ia menilai Herdman sebagai pelatih yang tegas dan tidak mudah diintervensi dalam urusan teknis.

“Walau begitu, Herdman adalah pelatih yang mempunyai disiplin tinggi, terkhusus pada seleksi pemain untuk timnya,” ujar Binder Singh.

Binder menegaskan bahwa hal tersebut sangat penting bagi Timnas Indonesia. Seleksi pemain yang berbasis performa dan kebutuhan taktik diyakini akan membangun budaya kompetisi yang sehat. Ia juga menekankan agar keputusan teknis semacam ini tidak dicampuri oleh pihak mana pun.

Lebih lanjut, Binder Singh mengungkapkan bahwa proses negosiasi antara John Herdman dan PSSI disebut sudah memasuki tahap akhir. Meski kontrak belum diumumkan secara resmi, kesepakatan di antara kedua belah pihak dikabarkan telah tercapai.

“Semua kesepakatan telah tercapai antara kedua belah pihak. Dan menariknya, John Herdman memilih Indonesia yang pertama, karena nilai kontrak dari PSSI lebih baik dari dua negara yang menawarkan dia kontrak,” kata Binder Singh, masih dikutip dari kanal YouTube Bola Bung Binder.

Keputusan Herdman untuk memilih Indonesia dinilai sebagai sinyal positif sekaligus mencerminkan keseriusan PSSI dalam membangun Timnas Indonesia agar semakin kompetitif di level internasional.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:21
02:59
06:26
01:02
04:07

Viral