- X/CanadaSoccerEN
Bukan Sekadar Melatih, John Herdman Akui Ingin Menyatu dengan Budaya Sepak Bola Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com – Era baru di tubuh Timnas Indonesia segera memasuki babak penting. Pelatih anyar Skuad Garuda, John Herdman, dijadwalkan tiba di Tanah Air dalam waktu dekat untuk memulai rangkaian agenda resminya.
Kehadiran Herdman di Indonesia menjadi momen yang telah lama dinantikan publik sepak bola nasional. Pelatih asal Inggris itu disebut akan mendarat pada pekan depan untuk menjalani prosesi perkenalan resmi di hadapan media.
Sebelumnya, kepastian Herdman menukangi Timnas Indonesia diumumkan oleh PSSI pada Sabtu (3/1). Pengumuman tersebut sekaligus menandai dimulainya fase baru bagi Skuad Garuda.
Meski sudah diumumkan secara resmi, PSSI belum langsung menggelar konferensi pers perkenalan. Hal itu disebabkan Herdman masih berada di luar negeri dan baru bisa bertolak ke Indonesia dalam waktu dekat.
Herdman sendiri mengonfirmasi bahwa dirinya memang belum terbang ke Indonesia. Ia menyebut akan memanfaatkan kedatangannya nanti untuk menjalani proses pengenalan yang lebih menyeluruh.
Tak sekadar menjalani agenda seremonial, Herdman juga berencana menetap sementara di Indonesia. Fokus utamanya adalah memahami lingkungan, budaya, serta karakter masyarakat Tanah Air.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut menilai pendekatan kultural menjadi fondasi penting dalam membangun tim nasional. Menurutnya, sepak bola tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan budaya suatu negara.
“Karena saya pikir itu tentu merupakan bagian penting dari mempelajari budaya, sepenuhnya membenamkan diri di dalamnya,” kata John Herdman, dikutip dari Sportsnet, Senin (5/1/2026).
“Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadat untuk menciptakan koneksi itu,” tambahnya.
Herdman juga mengungkapkan bahwa keputusannya menerima pinangan Timnas Indonesia bukanlah pilihan yang datang tanpa pertimbangan. Ia mengaku memiliki sejumlah opsi dari negara lain sebelum akhirnya menentukan sikap.
Salah satu negara yang disebut sempat menjadi alternatif adalah Honduras. Namun, proyek yang ditawarkan Indonesia dinilai lebih sesuai dengan visi kepelatihannya.
Menurut Herdman, keseriusan federasi, gairah suporter, serta potensi pemain menjadi faktor penentu. Ia menilai Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang di level internasional.
Pelatih yang sebelumnya menukangi Kanada itu menilai atmosfer sepak bola Indonesia sangat hidup. Dukungan publik yang besar diyakini mampu menjadi energi tambahan bagi tim nasional.