news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

John Herdman Buka Peluang Lebar Pemain Lokal di ASEAN Championship 2026.
Sumber :
  • Antara

Pemain Naturalisasi Terancam Tergusur? John Herdman Buka Peluang Lebar Pemain Lokal di ASEAN Championship 2026

John Herdman secara tegas menyatakan bahwa ASEAN Championship 2026 ini akan memberi ruang luas bagi pemain lokal yang selama ini jarang mendapat kesempatan
Kamis, 15 Januari 2026 - 23:28 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - John Herdman mulai memberi sinyal kuat terkait arah kebijakan Timnas Indonesia jelang ASEAN Championship 2026. Pelatih anyar Skuad Garuda itu secara terbuka membuka peluang besar bagi pemain lokal untuk unjuk gigi di ajang regional Asia Tenggara tersebut. 

Turnamen ini dipandang Herdman sebagai momentum tepat untuk memperluas basis kekuatan tim, terutama ketika akses terhadap pemain yang merumput di luar negeri tak sepenuhnya tersedia.

Pendekatan ini sekaligus memberi warna baru bagi Timnas Indonesia. Di tengah meningkatnya jumlah pemain naturalisasi dan diaspora, Herdman justru menilai ASEAN Championship 2026 sebagai panggung yang ideal untuk mereka yang berkiprah di kompetisi domestik.

Bagi sang pelatih, kesempatan ini bukan sekadar pengganti, melainkan bagian penting dari pembangunan tim jangka panjang.

Grup A Tak Mudah, Herdman Ingatkan Semua Lawan Berbahaya

ASEAN Championship 2026 akan menjadi ujian regional pertama bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia.

Berdasarkan hasil drawing, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.

Herdman yang hadir langsung dalam agenda drawing menegaskan bahwa tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng. Meski tak menyebut Grup A sebagai grup neraka, ia menilai persaingan akan berjalan ketat sejak laga pertama.

“Saya akan mengulang apa yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Setiap tim akan sulit. Grup-grup ini berat,” ujar Herdman kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, bertepatan dengan masa jeda kompetisi Eropa. 

Kondisi tersebut sempat disorot media Vietnam, Soha.vn, yang menilai Timnas Indonesia tetap berbahaya jika mampu menurunkan pemain-pemain yang merumput di luar negeri.

“Jika Ole Romeny dan kawan-kawan bermain di Piala AFF 2026, tentu Timnas Vietnam memiliki pesaing yang tangguh,” tulis Soha.vn.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Agenda Non-FIFA, Peluang Naturalisasi Terbentur Jadwal Klub

Meski digelar saat liga Eropa libur, ASEAN Championship 2026 tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Inilah faktor utama yang membuat John Herdman realistis dalam menentukan komposisi skuad. 

Ia menyadari bahwa memanggil pemain naturalisasi dan diaspora yang bermain di klub-klub top Eropa bukan perkara mudah.

Menurut Herdman, ketika jendela internasional FIFA tertutup, klub memiliki kendali penuh atas pemainnya. Situasi ini membuat keunggulan kualitas yang biasanya dimiliki tim dengan pemain Eropa menjadi tidak signifikan.

“Kompetisinya berlangsung di level yang setara karena ketika jendela internasional FIFA ditutup, keunggulan kualitas yang biasanya bisa didapat tim, misalnya dengan memanggil pemain dari Serie A dan liga top lainnya—tidak lagi tersedia,” jelas Herdman.

Dengan kondisi tersebut, kans pemain naturalisasi sangat bergantung pada kebijakan masing-masing klub. 

Negosiasi memang masih mungkin dilakukan, tetapi Herdman menegaskan itu bukan prioritas utama. Ia lebih memilih memaksimalkan sumber daya yang tersedia tanpa mengganggu agenda klub pemain.

Momen Emas Pemain Lokal dan Target Sejarah Baru

Herdman menilai ASEAN Championship 2026 sebagai ajang ideal untuk menguji kedalaman skuad Timnas Indonesia. 

Ia secara tegas menyatakan bahwa turnamen ini akan memberi ruang luas bagi pemain lokal yang selama ini jarang mendapat kesempatan karena padatnya persaingan di level internasional.

“Situasi ini akan sangat bergantung pada kedalaman skuad. Ini tentang para pemain lokal yang akhirnya mendapat kesempatan membela negaranya. Dalam banyak kasus, mereka telah menunggu momen ini sepanjang kariernya," ucap Herdman.

Pengalaman serupa pernah ia rasakan saat menangani Timnas Kanada, khususnya di ajang Gold Cup yang juga digelar di luar agenda FIFA. Ia mengakui memanggil pemain diaspora selalu menjadi tantangan tersendiri.

“Berdasarkan pengalaman saya di CONCACAF, khususnya di Gold Cup yang digelar di luar jendela FIFA, pola pikir klub kini berbeda dibanding 10–15 tahun lalu. Ketika jendela FIFA ditutup, maka benar-benar tertutup,” katanya.

Herdman pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan ASEAN Championship 2026 sebagai pintu pembuka era baru Timnas Indonesia. Selain memberi kesempatan pemain lokal, ia juga memasang target ambisius.

“Ini adalah peluang besar untuk mencatat sejarah pertama bagi Indonesia—meraih trofi perdana,” tandasnya.

Dengan pendekatan tersebut, ASEAN Championship 2026 tak hanya menjadi soal hasil, tetapi juga tentang fondasi masa depan sepak bola Indonesia. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:20
02:48
05:35
02:43
02:14
02:06

Viral