- PSSI
John Herdman Resmi Latih Timnas Indonesia, Persebaya Mendadak Soroti Pentingnya Transfer Ilmu
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera, menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia senior sekaligus U-23 harus dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk mempercepat pembangunan struktur pembinaan sepak bola nasional.
Menurut Ganesha, kapabilitas dan reputasi internasional yang dimiliki pelatih asal Inggris tersebut menjadi aset berharga bagi perkembangan sepak bola Indonesia, tidak hanya di level tim nasional, tetapi juga hingga ke akar rumput.
“Pastinya dengan kapabilitas beliau, dengan reputasi beliau, pastinya sumbangan saran dan analisa beliau terhadap sepak bola Indonesia ini pasti bisa sangat bermanfaat,” ujar Ganesha, Jumat (16/1/2026).
Ganesha menjelaskan, meski John Herdman akan difokuskan pada pencapaian prestasi Timnas Indonesia senior dan kelompok umur U-23, pengalaman panjangnya menangani tim di level dunia harus diserap secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan sepak bola Tanah Air.
Menurutnya, rekam jejak Herdman di berbagai level kompetisi internasional diyakini mampu memberikan sudut pandang baru dalam pengembangan talenta lokal, terutama dalam menyesuaikan karakter pemain Indonesia dengan tuntutan sepak bola modern.
“Analisis mendalam dari John Herdman sangat dinantikan, terutama setelah ia melihat langsung kondisi liga dan karakteristik pemain di Indonesia untuk dihubungkan dengan tuntutan sepak bola tingkat dunia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ganesha menekankan pentingnya eksploitasi positif terhadap seluruh pengetahuan, pengalaman, dan kapabilitas yang dibawa Herdman. Hal itu dinilai krusial agar standar permainan pemain muda Indonesia bisa selaras dengan level sepak bola top dunia.
Ia berharap kehadiran Herdman tidak berhenti pada target jangka pendek prestasi timnas, melainkan juga diiringi dengan proses transfer ilmu yang nyata kepada pelatih lokal serta pengelola akademi sepak bola di Indonesia.
“Harapannya ada transfer ilmu yang jelas, sehingga pembinaan usia muda kita punya karakteristik yang kuat dan arah yang jelas,” kata Ganesha.
Meski menyadari tugas Herdman di dua kelompok umur cukup berat, Ganesha menilai kontribusi sang pelatih dalam pembinaan usia muda tetap bisa optimal melalui masukan-masukan strategis, meski tidak bersifat teknis secara langsung.
Menurutnya, pemetaan kelemahan dan kelebihan pemain Indonesia oleh Herdman dapat menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembinaan jangka panjang di level akar rumput.
“Yang paling optimal atau yang paling maksimal dia bisa lakukan mungkin adalah memberikan masukan-masukan terkait kebutuhan sepak bola Indonesia di masa mendatang dan bagaimana kita bisa mencapai tuntutan itu,” tutup Ganesha.(ant/lgn)