- Instagram @erickthohir
Gagal ke Piala Dunia, Indonesia Justru Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026: Prestasi atau Ironi?
tvOnenews.com - Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026, sebuah turnamen internasional yang akan digelar pada jendela FIFA Matchday Maret 2026 di Jakarta.
Penunjukan ini datang di tengah suasana reflektif sepak bola nasional, menyusul kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah kepercayaan FIFA ini menjadi momentum kebangkitan, atau justru kontras dengan capaian prestasi di lapangan?
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 jelas meninggalkan catatan penting bagi PSSI. Target besar yang sempat digaungkan pada awal era Patrick Kluivert belum mampu diwujudkan.
Hasil tersebut memaksa federasi melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mengganti pelatih kepala Timnas Indonesia. Dalam konteks itulah, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 menjadi sorotan tersendiri.
Di satu sisi, ajang ini bisa dilihat sebagai kepercayaan internasional terhadap tata kelola dan infrastruktur sepak bola Indonesia.
Namun di sisi lain, publik juga menilai apakah turnamen ini benar-benar relevan untuk menjawab kegagalan sebelumnya, atau sekadar menjadi ajang uji coba tanpa dampak nyata terhadap prestasi jangka panjang.
- Timnas Indonesia
Kepercayaan FIFA di Tengah Evaluasi Besar Timnas
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 merupakan bentuk kepercayaan besar dari FIFA terhadap sepak bola nasional.
Ia menegaskan bahwa kesempatan ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari komunikasi dan kredibilitas yang terus dibangun PSSI di level global.
Erick menekankan bahwa FIFA Series memberi ruang penting bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi lawan-lawan dari berbagai konfederasi. Menurutnya, pengalaman ini sangat dibutuhkan setelah kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
“Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Pemain akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis, peluang untuk membangun tim yang siap bersaing di level dunia,” ucap Erick PSSI pada Selasa, 20 Januari 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PSSI memandang FIFA Series bukan sekadar turnamen formalitas. Ajang ini dirancang sebagai bagian dari proses pembenahan Timnas Indonesia pascakegagalan di era sebelumnya.
Debut Pelatih Baru, Arah Baru Timnas
FIFA Series 2026 juga akan menjadi panggung debut pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Pelatih asal Inggris itu diperkenalkan secara resmi pada pertengahan Januari 2026, menggantikan Patrick Kluivert yang gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia.
Herdman menegaskan bahwa pemilihan pemain akan dilakukan secara konsisten dan berbasis kualitas, tanpa melihat asal kompetisi.
“Jadi secara konsistensi, saya akan selalu merekrut pemain dengan kisah terbaik, karir sepak bola anda tidak menipu. Jika anda bermain di tahap tertinggi di Indonesia, atau di tahap dimana orang ingin bermain untuk negara ini,” ucap Herdman usai pengenalan resminya sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia di Hotel Mulia Senayan, Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026.
Pendekatan ini memberi harapan baru bahwa kegagalan sebelumnya tidak diulang. FIFA Series menjadi ruang ideal bagi Herdman untuk mengenal karakter pemain dan menguji kerangka awal tim.
Lawan Lintas Konfederasi, Relevan atau Tidak?
Dalam FIFA Series 2026 di Jakarta, Indonesia akan menghadapi tiga negara dari konfederasi berbeda, yakni Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta St Kitts and Nevis.
Dari sisi peringkat FIFA, Indonesia saat ini berada di posisi ke-122 dunia. Bulgaria menempati peringkat 88, sementara Kepulauan Solomon di urutan 152 dan St Kitts and Nevis di posisi 154.
Komposisi lawan ini menghadirkan tantangan beragam. Bulgaria mewakili gaya Eropa yang disiplin dan fisikal, sedangkan Kepulauan Solomon serta St Kitts and Nevis menawarkan karakter permainan berbeda.
Hal ini dinilai sejalan dengan pernyataan Erick Thohir soal pentingnya variasi lawan untuk meningkatkan kesiapan mental dan teknis pemain.
FIFA Series 2026 sendiri akan diikuti 48 tim nasional dari berbagai konfederasi. Turnamen ini dibagi ke dalam 12 grup dan digelar sepanjang Maret hingga April 2026.
Bagi Indonesia, status tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri, sekaligus ujian apakah kepercayaan FIFA ini mampu diterjemahkan menjadi progres nyata.
Pada akhirnya, FIFA Series 2026 memang tidak menghapus kegagalan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 di era Patrick Kluivert.
Namun, ajang ini bisa menjadi titik awal pemulihan, asalkan dimanfaatkan dengan visi jangka panjang, bukan sekadar penghibur setelah kegagalan. (udn)