- Instagram @lucmarijnissen
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?
tvOnenews.com - Proyek memperkuat lini pertahanan Timnas Indonesia terus berjalan.
Di bawah arahan John Herdman, pencarian sosok bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini, radar tertuju ke Belgia, tepatnya ke FC Dender.
Nama yang mencuat adalah Luc Marijnissen. Bek tengah berusia 23 tahun itu tampil konsisten sepanjang musim bersama FCV Dender.
- Instagram @fcdender - Instagram @lucmarijnissen
Dengan tinggi badan 190 cm, ia memiliki profil ideal sebagai palang pintu modern: dominan dalam duel udara, tenang saat ditekan, dan cukup rapi dalam membangun serangan dari belakang.
Sepanjang musim ini, Marijnissen telah mencatatkan 24 penampilan dan menyumbang satu gol.
Performa stabil tersebut membuat nilai pasarnya melonjak hingga 1,20 juta euro atau setara sekitar Rp20 miliar.
Angka itu menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar pemain pelapis di kompetisi Belgia.
Perjalanan kariernya pun terbilang matang.
Lahir di Roosendaal, Belanda, pada 9 Januari 2003, Marijnissen menimba ilmu di akademi BSC Roosendaal dan NAC Breda sebelum mengambil langkah besar ke Belgia pada 2023 untuk memperkuat KSK Lierse Kempenzonen.
- Instagram @lucmarijnissen
Dua musim impresif bersama Lierse membuat FCV Dender berani mengeluarkan dana 300 ribu euro pada awal 2025 untuk memboyongnya.
Investasi itu terbukti tepat. Ia berkembang menjadi salah satu andalan di jantung pertahanan.
Yang membuat namanya semakin menarik bagi publik Indonesia adalah latar belakang keluarganya.
Marijnissen memiliki darah Indonesia dari garis keturunan kakeknya yang berasal dari Jakarta dan neneknya dari Surabaya.
Ikatan tersebut sempat menjadi perbincangan pada Mei 2025 ketika pemilik klub Dender menyapanya menggunakan bahasa Jawa.
Fakta lain yang menambah daya tariknya: hingga kini Marijnissen belum pernah mendapat panggilan dari tim nasional Belanda, baik di level junior maupun senior.
Artinya, secara regulasi peluang untuk membela Indonesia masih sangat terbuka.
Situasi semakin menarik karena ia satu tim dengan Ragnar Oratmangoen.
Kehadiran Ragnar bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif jika PSSI dan John Herdman benar-benar ingin membuka pembicaraan serius.