- Instagram @kaiboham - Instagram @qsoewarto
Terpopuler: Kai Boham Dipanggil Timnas Indonesia, Wonderkid 'Jawa Banget' Muncul, Status WNI Bikin 5 Pemain Ini Naik Level
tvOnenewscom - Timnas Indonesia kembali jadi pusat perhatian setelah sejumlah nama diaspora lama dan baru ramai diperbincangkan publik.
Mulai dari bek yang sempat tenggelam di Asia lalu bangkit di Eropa, talenta muda lulusan akademi top Belanda, hingga lima pemain Garuda yang justru makin bersinar di liga elite musim 2025/2026.
Berikut rangkuman berita terpopuler yang paling banyak menyita perhatian:
1. Mengenal Kai Boham, Eks Bek Garuda yang Sempat Tenggelam di Thailand, Kini Bangkit di Eropa
- instagram.com/lynxfcgib
Nama Kai Boham kembali mencuat setelah sempat menghilang dari peredaran.
Bek keturunan Belanda-Indonesia itu pernah membela Timnas Indonesia U-19 pada Toulon Tournament 2022 di Prancis dan bahkan mencetak gol saat menghadapi Racing Club Toulon U-20.
Saat itu, ia dinilai punya prospek cerah. Namun setelah menjalani seleksi lanjutan jelang Piala Dunia U-20, namanya dicoret karena dinilai belum sesuai kebutuhan taktik pelatih.
Alih-alih bertahan di Eropa, Boham justru memilih jalur tak biasa dengan bergabung ke Phuket Andaman FC di kasta ketiga Liga Thailand.
Keputusan itu membuat kariernya meredup. Ia hanya mencatat lima penampilan dalam semusim.
Namun roda nasib berputar. Pada bursa transfer musim dingin 2025/2026, ia resmi direkrut Lynx FC, klub kasta tertinggi Liga Gibraltar. Di sana, ia langsung dipercaya menjadi starter dalam beberapa laga awal.
Dengan standar baru yang diungkap John Herdman, bahwa Timnas Indonesia membutuhkan pemain dari liga top atau minimal level dua Eropa, kebangkitan Boham di kompetisi Eropa membuat namanya kembali relevan.
2. Profil Quenay Soewarto, Bek Bernama Jawa Banget, Lulusan Akademi Top Belanda
- Instagram @qsoewarto
Sosok lain yang kembali jadi bahan perbincangan adalah Quenay Soewarto. Bek kiri muda ini sempat ramai diperbincangkan jelang Piala Dunia U-17 2023.
Lahir dan besar di Belanda, Quenay merupakan produk akademi Sparta Rotterdam sebelum melanjutkan pengembangan di Feyenoord.
Bersama Feyenoord kelompok usia, ia menjadi bagian dari generasi yang menjuarai Liga U-15 Belanda. Perkembangannya cukup pesat hingga menembus Feyenoord U-17 pada 2024.