- Instagram @persija
Media Media Vietnam Remehkan 'Bedol Desa' Pemain Timnas Indonesia ke Super League: Memangnya Bisa Apa?
tvOnenews.com - Atmosfer menjelang Piala AFF 2026 mulai memanas. Namun, bukan karena persaingan di lapangan, melainkan psywar tajam dari negeri tetangga.
Media Vietnam baru-baru ini melontarkan sindiran menohok terkait fenomena hijrahnya para pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke kompetisi Super League.
Eksodus besar-besaran pemain diaspora Indonesia dari Eropa ke liga regional memang memicu pro dan kontra.
Namun, media Vietnam melihat fenomena ini sebagai pedang bermata dua yang justru menguntungkan Skuad Garuda.
- Instagram @maurozijlstra
Secara teknis, John Herdman kini punya keleluasaan lebih besar. Sebab, Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, klub-klub Eropa biasanya enggan melepas pemain.
Dengan bermain di Super League, hambatan perizinan itu sirna, dan Indonesia bisa tampil dengan kekuatan penuh.
Meski menyadari Indonesia akan diperkuat skuad "mewah", media Vietnam sama sekali tidak gentar.
Mereka justru meragukan apakah tumpukan pemain bintang tersebut mampu menghapus kutukan lama Indonesia di turnamen paling bergengsi se-Asia Tenggara ini.
"Akan tetapi bisa apa Timnas Indonesia di Piala AFF nanti dengan skuad sekuat itu?" tulis media Vietnam, TheThao247.
- Kitagaruda.id
Sentimen tersebut didasari oleh catatan sejarah Indonesia yang masih nol gelar di Piala AFF. Meski berkali-kali menembus partai puncak, langkah Garuda selalu terhenti sebagai juara kedua.
Status "spesialis final" inilah yang menjadi peluru bagi media Vietnam untuk meremehkan kekuatan asuhan John Herdman.
"Tim yang belum pernah memenangkan Piala AFF meskipun beberapa kali mencapai final," lanjut tulisan TheThao247.
Thom Haye dan Eliano Reijnders Sumber : - Instagram - Thom Haye dan Eliano Reijnders
- Instagram - Thom Haye dan Eliano Reijnders
Catatan sejarah memang bicara pahit. Timnas Indonesia memiliki rekor kekalahan 100 persen di babak final Piala AFF.
Bagi publik Vietnam, kehadiran pemain naturalisasi kelas dunia sekalipun dianggap bukan jaminan bahwa trofi tersebut akan mendarat di Jakarta pada 2026 mendatang.
Kini, bola panas ada di tangan John Herdman dan anak asuhnya. Apakah "skuad mewah" dari Super League ini mampu membungkam mulut besar media Vietnam, atau justru kembali menambah daftar panjang kegagalan di partai final? (far/ism)