- PSSI
FIFA Series 2026 Tanpa Thom Haye, Eks Striker Timnas Indonesia Sebut Sosok Ini Bisa Jadi Pilihan
tvOnenews.com - Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar menjelang gelaran FIFA Series 2026.
Salah satu masalah yang dihadapi skuad Garuda adalah absennya gelandang andalan Thom Haye yang selama ini menjadi motor permainan tim.
Padahal, turnamen FIFA Series 2026 akan menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan performa terbaik di hadapan publik sendiri.
Turnamen ini rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 hingga 30 Maret 2026.
Selain Indonesia sebagai tuan rumah, ajang ini juga diikuti tiga negara lain yakni Saint Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon, serta tim kuat dari Eropa, Bulgaria.
Absennya Thom Haye menjadi perhatian besar karena gelandang tersebut memiliki peran penting dalam permainan Timnas Indonesia.
Pemain yang saat ini memperkuat Persib Bandung itu dikenal memiliki akurasi umpan tinggi serta kemampuan membaca permainan yang sangat baik.
- AFC
Namun, Thom Haye dipastikan tidak dapat tampil dalam empat pertandingan bersama Timnas Indonesia.
Hal ini merupakan dampak dari protes keras yang ia lakukan kepada wasit dalam laga melawan Irak pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober 2025.
Akibat insiden tersebut, ia harus menjalani sanksi yang membuatnya tidak dapat memperkuat skuad Garuda dalam beberapa pertandingan penting.
Kehilangan sosok seperti Thom Haye tentu menjadi pukulan bagi pelatih John Herdman yang tengah membangun kekuatan Timnas Indonesia untuk bersaing di level internasional.
Selama ini Thom Haye dikenal sebagai pengatur ritme permainan Timnas Indonesia.
Ia sering disebut sebagai “otak serangan” karena kemampuannya mengatur tempo pertandingan serta memberikan umpan-umpan matang kepada para penyerang.
Peran tersebut membuat para striker Timnas Indonesia sangat terbantu, terutama pemain seperti Ole Romeny yang mengandalkan suplai bola dari lini tengah.
Mantan striker Timnas Indonesia, Peri Sandria, juga mengakui bahwa tipe striker seperti Ole Romeny sangat bergantung pada kreativitas gelandang.
- Instagram @nathantjoeaon
“Memang tipe striker seperti Ole Romeny ini kalau tidak ada suplai dari tengah akan jadi sulit. Jadi memang kita harus mencari gelandang yang tahu apa maunya striker,” ujar Peri Sandria melalui kanal YouTube Nusantara TV.
Menurutnya, komunikasi dan pemahaman antara gelandang dan striker sangat penting untuk menciptakan peluang gol.
Selain Thom Haye, lini tengah Timnas Indonesia juga diisi oleh pemain seperti Joey Pelupessy yang memiliki karakter berbeda.
Peri Sandria menjelaskan bahwa Joey Pelupessy lebih dikenal sebagai gelandang bertahan yang bertugas menghentikan serangan lawan dan memperlambat tempo permainan tim lawan.
“Joey Pelupessy adalah gelandang bertahan yang suka memperlambat lawan untuk menyerang,” jelasnya.
Karena itu, peran Thom Haye sebagai pengatur serangan menjadi sangat penting untuk mendukung lini depan Timnas Indonesia.
Nathan Tjoe-A-On Dianggap Layak Menggantikan
Untuk mengatasi absennya Thom Haye, Peri Sandria mengusulkan dua nama yang bisa mengisi posisi tersebut, yakni Nathan Tjoe-A-On dan Ivar Jenner.
Namun, jika harus memilih satu pemain, Peri Sandria lebih condong kepada Nathan Tjoe-A-On.
Ia menilai pemain tersebut memiliki kemampuan bertahan yang lebih baik serta keberanian dalam menghadapi tekanan dari lawan.
“Nah ini permasalahannya karena Thom Haye tidak bisa bermain siapa penggantinya? Kita bisa tempatkan di situ Nathan Tjoe-A-On dan Ivar Jenner,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Nathan Tjoe-A-On memiliki karakter permainan yang bisa membantu keseimbangan tim.
“Kalau bisa saya memilih, saya lebih ke Nathan Tjoe-A-On. Karena bertahannya lebih bagus, lebih berani,” kata Peri Sandria.
Menurutnya, dengan kehadiran Nathan di lini tengah, Joey Pelupessy juga dapat lebih leluasa membantu serangan ketika situasi memungkinkan. (adk)